Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Aula Gereja Gembala Baik, Abepura - Jayapura,

Tanggal 22 Agustus 2000

 

 

Pesan Tuhan Yesus  (Sabda Pengetahuan)

 

“AKU sudah datang mengunjungi kamu tetapi bukan sampai disini saja anak-KU ! AKU akan mengunjungimu setiap saat ! Maka bukalah hatimu ! Maka kunjungan-KU ini dalam kehidupanmu, engkau bisa merasakannya !” (Ini kata Tuhan Yesus).

 

“Setelah AKU datang dengan kuasa-KU ini menyapa kamu, mulai saat ini anak-KU, datanglah….!”

“Jangan engkau tidak mengerti ! Engkau menerima AKU tetapi engkau tidak mengerti ! Tetapi mengertilah mulai saat ini anak-KU !”

“AKU-lah !  AKU-lah itu !” (Kata Tuhan).

 

“Berbahagialah engkau pada malam ini, AKU datang menyapamu !” (Kata Tuhan)

“Tetapi sapaan-KU, terus menerus akan menyapamu !” (Ini kata Tuhan)

 

“Mulai saat ini jadilah kamu anak-KU yang baik agar AKU dimuliakan di dalam kehidupanmu, agar AKU dicari setiap manusia yang ingin selamat di dalam nama-KU!”

(Ini kata Tuhan Yesus).

 

“Dan sampai bertemu lagi dalam doa dan sebutkan nama-KU ! Itulah kekuatanmu!” (Kata Tuhan).

“Dan AKU menunggumu ! Datang anak-KU !”

“Jangan lagi ragu hati dalam perjalananmu ! Jangan lagi engkau khawatir tentang hidupmu karena hidupmu adalah milik-KU seutuhnya!” (Ini kata Tuhan Yesus).

 

 

---ooo0ooo---

 

 

 

 

Pesan Bunda Maria

 

“SalamKu untukmu hai imam-imamKu yang Aku kasihi ! Salam kasih dan cinta yang sangat dalam Aku sampaikan kepadamu pada malam ini imam-imamKu yang Aku kasihi!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera, romo jack, Romo Carlos.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih !”

“Engkau tidak bisa dipisahkan dari Aku Ibumu sejak Tuhan Allahmu kembali ke surga. Akulah Ibumu bersama para rasulmu yang sudah dipanggil Allah untuk menyampaikan semua kabar suka cita untuk semua manusia.”

“Aku Ibumu sudah melakukan dengan baik bersama para rasulmu, juga kamu !”

“Selama ini mungkin engkau tidak mengerti bahwa Aku ibumu selalu menyertai kamu; dimana engkau seorang imam, Aku Ibumu berdoa dalam perjalananmu supaya engkau bisa melaksanakan tugasmu dengan baik !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab para imam.

 

“Terima kasih !”

“DoaKu menyertaimu semua para imam ! Seluruh yang ada di bumi ini dan juga kamu yang ada di tempat ini !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab para imam.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih !”

“Engkau telah menemani anak-anakKu pada malam ini. Kerendahan hatimulah maka Allah berkenan menyentuh hatimu yang paling dalam.”

“Terima kasih untuk kamu hai imam-imamKu yang Aku kasihi !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab para imam.

 

“Terima kasih !”

“Dan juga kamu anak-anakKu semua yang ada disini, selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Inilah salamKu yang sangat dekat kepadamu. Apabila engkau mengucapkan salam kepadaKu dan Aku mengatakan kuasa Allah akan menghadirkan Aku diantara kamu !”

“Aku mengatakan ini, supaya engkau mengerti, siapakah yang mengantarkan Aku ? Siapakah yang memberikan Aku bahagia yang kekal dan abadi ?”

“Bukan Aku minta kamu mengucapkan itu ! Tetapi Aku mau mengatakan kepadamu, Allahmu yang memberikan itu semua kepadaKu, kebahagiaan kekal dan abadi !”

 

“AnakKu, Aku tidak meminta lebih dari padamu, hanya terimalah Aku ! Akulah Ibumu yang diberikan Allah kepadamu. Itu saja !”

“Tetapi Aku mendengar bahwa  mereka….., bahwa Aku minta dipuji ! “

“Bukan anakKu ! Bukan itu tempatKu !”

“Allahmulah yang engkau puji ! Dan Aku membawa engkau semuanya supaya Allah dipuji semua anak-anakKu !”

“Anak-anakKu semua yang ada disini, sekali lagi Aku mengatakan kepadamu, Aku tidak minta dipuji ! Tetapi Aku minta kepadamu, terimalah Aku ! Akulah Ibumu yang diberikan Allah kepadamu !”

 

“Berbahagialah engkau mempunyai Ibu di surga ! Aku-lah Ibumu Maria yang sudah bahagia di surga. Engkau juga harus bahagia bersama Aku Ibumu !”

“Maka Aku datang ke negaramu ini supaya kamu berbahagia bersama Aku, mengalami segala penderitaan yang engkau hadapi dalam keluargamu maupun di negaramu ini dan Aku mempersiapkan kamu semuanya ! Supaya kamu siap !”

“Hari pemurnian segera turun ke bumi ini !”

“Allah akan memisahkan mana dari atas mana dari dunia.”

“Kamulah dari atas karena kamu anak-anak Allah !”

 

“Aku Ibumu mengatakan benar ! Itulah yang diberikan Allah kepadaKu. Allah mengizinkan Aku menyampaikan ini karena Allah juga mengasihi kamu.”

“Allah tidak ingin anak-NYA menderita dengan turunnya kuasa Allah ke bumi ini. Allah datang untuk menyelamatkan anak-anakNYA.”

“Allah akan memerangi dunia ini. Itu harus terjadi dan harus terjadi !”

“Apabila itu tidak terjadi, kamu akan menderita ditindas oleh dunia. Karena banyak anak-anakKu yang menderita di negaramu ini karena ulah dunia.”

“Berbahagialah engkau mempunyai Allah yang menjaga kamu semuanya.”

“Maka Aku minta kepadamu, setialah anakKu ! Jangan lagi engkau bermain-main dengan dunia karena dunia tidak bisa memberikan engkau bahagia yang kekal dan yang abadi. Dia bisa memberikan kebahagiaan yang sementara tetapi seluruh kehidupanmu akan dikuasai olehnya sehingga engkau tertinggal di dunia ini dan engkau tidak bisa melihat kemuliaan Allah.”

 

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi dan Aku cintai, Aku datang ke tempat ini, Aku mengutus Agnes dan semua anak-anakKu yang berkumpul bersamamu pada malam ini. Aku Ibumu Maria yang sudah berkata-kata pada malam ini, Aku Maria !”

“Aku menyatakan Aku Maria ! Saat ini juga Allahmu mendengar dan melihat dan mengantarkan Aku diantara kamu melalui kuasa-NYA bersama Agnes.”

“AnakKu, jangan khawatir !  Aku Ibumu !”

“Percayalah, inilah kenyataan yang harus engkau terima di negaramu. Engkau mendengarkan Aku. Aku berbicara kepadamu pada malam ini.”

“Apakah engkau tahu dimana Agnes saat ini ?”

“Dia menantikan...! Rohnya berdoa bersamamu. Kehidupannya diambil oleh Allah. Dinyatakan….! Apa pun Allah bisa melakukan.”

“Jangan engkau khawatir dan takut kehadiran Agnes pada malam ini bersama anak-anakKu.”

 

“Dan juga saat ini Aku menyapamu, Aku Maria ! Aku Maria ! Aku menyatakan, Aku Maria ! “

“ku sudah banyak datang ke bumi ini anakKu ! Kamu tidak Aku tinggalkan !”

“Inilah saatnya, saat terakhir Aku datang dengan cara ini supaya engkau mendengarkan Aku. Supaya engkau bersaksi tentang ini semuanya, supaya engkau bisa menyampaikan kepada saudara-saudaramu ! Kuasa Allah akan bekerja di antara kamu!”

 

“Anak-anakKu, apakah engkau mau bersatu dengan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu di tempat ini ?”

“Kenapa engkau ragu ?’

“Aku bertanya kepadamu, apakah engkau mau bekerja sama dengan Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu di tempat ini ?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab sebagian umat.

 

“Kamu masih dalam keraguan !”

“Berdoalah anakKu, mintalah kepada Allah yang satu, yang Aku sembah juga kamu sembah, yang memberikan kamu hidup sampai saat ini.”

“Aku datang ke tempat ini, Aku juga mempersiapkan kamu semua di tempat ini.”

“Masa penantian sangat berat !

“Dan jangan menghitung hari, kapan hari itu tiba. Itu hak Allah ! Yang penting engkau dengarkan, Aku sudah menyatakan dan mempersiapkan kamu dengan baik ! Apabila hari itu tiba engkau sudah siap menerimanya !”

 

“AnakKu, ini harus terjadi supaya kamu bahagia ! Tidak menderita lagi oleh dunia yang engkau rasakan saat ini, yang Aku katakan adalah dunia di negaramu ini.”

“Aku mendengar jeritan anakKu di seluruh tanah airmu ini, mereka takut, khawatir, mereka pedih dan menangis menerima itu semuanya.”

“Tetapi Aku datang anakKu ! Aku datang dengan doaKu !  Aku berikan kepadamu karena doaKu itu telah diberkati Allah dalam kehidupanKu.”

“Aku hidup dengan penuh kepasrahan ! Allah-lah santapanKu ! Allah-lah kekuatanKu !”

“Itu juga Kuberikan kepadamu, ‘doa’ tanda kasihKu dan cintaKu di tempat ini. Terimalah dengan baik dan doakanlah itu ! Satukanlah dengan doamu agar semua akan menjadi baik. Engkau Kuantar masuk ke dalam kepasrahan, menyerahkan diri kepada Allah seutuhnya. Itulah kerinduanKu.”

 

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi yang Aku cintai, kamulah anak-anak rohaniKu yang kekal dan abadi. Dunia ini tidak bisa memisahkan Aku dengan kamu karena Allah telah mempersatukan kita semua, Ibu dan anak !”

“Sudah mengertikah kamu apa yang Aku katakan pada saat ini ?” 

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Sungguh ?” 

 

Sungguh Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Sungguh, kalau engkau mengerti bahwa Aku Ibumu, dengarkanlah dengan baik !”

“Dan Aku minta mulai saat ini bangunlah engkau dari tidurmu. Jangan engkau tertidur terus menerus, engkau tidak akan mendapatkan apa-apa !”

“Tetapi bangkitlah anakKu ! Datanglah kepada Allah ! Itulah santapanmu, kekuatanmu di dalam perjalananmu.”

 

“Ini Aku Ibumu Maria bersama Agnes Aku menyapamu anakKu !”

“Jangan takut …! Jangan takut ! Aku tidak menakutimu anak-anakKu !”

“Aku ingin bahagia bersamamu supaya engkau juga bahagia di dalam hidupmu.”

“Dan mulai saat ini berdoalah kamu, tekunlah berdoa karena kuasa kegelapan sedang bekerja untuk menjatuhkan setiap manusia terutama anak-anakKu dan kamu semua yang ada disini.”

“Doa suatu kekuatan ! Apabila engkau bersatu dengan Allah, setan tidak bisa menguasaimu lagi !”

“AnakKu, berjuanglah ! Berjuanglah dalam kebenaran ! Kebenaran itu adalah Allahmu sendiri yang sudah engkau terima dalam kehidupanmu.”

“Inilah perkataanKu untuk kamu semuanya yang ada disini.”

“Apakah engkau cukup mengerti ?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Sungguh ?”

 

Sungguh Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Kenapa tidak semuanya ? Sungguh hatimu mengerti ?”

 

Kami mengerti  Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Sungguh hatimu dalam keraguan ! Aku berdoa bagi kamu dalam keraguan. Renungkanlah kembali dan bawalah dalam doamu, memohon kepada Allah pengertian ini.”

“Aku tidak menyalahkanmu tetapi kalau engkau mau berdoa dengan segala kerendahan hatimu maka engkau tahu bahwa inilah Aku Ibumu Maria sudah datang saat ini.”

 

“Anak-anakKu, baiklah kalau engkau sudah mengerti, jagalah dirimu dengan baik melalui doa !”

“Ciptakan damai dalam keluargamu dimana pun engkau berada agar Allah dimuliakan dalam kehidupanmu agar semua manusia akan mencari Allah dari sikap dan tingkah lakumu.”

 

“Anak-anakKu, mari engkau berjuang bersama Aku Ibumu. Pasti engkau sampai kepada tujuan. Tujuan itu adalah Allah yang ada di surga yang memberikan kepada orang yang setia, memberikan kebahagiaan yang abadi. Itu juga akan diberikan kepadamu di dalam kesetiaanmu !”

“Inilah anakKu !  Aku Ibumu Maria mengatakan benar pada malam ini!”

“Kalau engkau sudah mengerti, Aku akan berdoa atas ucapanmu itu supaya selalu bersatu sampai akhir hidupmu.”

“Terima kasih untuk kamu semuanya yang berkumpul disini !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Dan juga kamu hai imam-imamKu yang Aku kasihi, terima kasih juga kamu hadir bersama anak-anakKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab para imam.

 

“Terima kasih !”

“Dan kamu semua Aku ajak bersama berdoa ! Yang mana doaKu ini Kuberikan kepadamu, tanda kasihKu sudah datang di negaramu ini.”

 

“Aku mengunjungimu seperti ini. Ini juga seizin Allah karena Allah mengasihi kamu semuanya maka terjadilah semua ini.”

 

“Mari anakKu, satukan hatimu dengan Aku Ibumu ! Aku meminta sedikit saja dari hatimu. Terimalah Aku Ibumu dalam kehidupanmu !”

“Mari kita berdoa bersama-sama, dengan hati kita datang kepada Allah yang Maha Kuasa, Bapa yang penuh cinta kepada kamu semuanya, kamu anak-anak-NYA yang dikasihi-NYA.”

“Mari kita berdoa dengan hati.”

 

“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

“Inilah doaKu anakKu, Aku berikan kepadamu, tanda kasih dan cintaKu !”

“Dimana engkau akan mengalami hari pemurnian, engkau ingat doaKu ini bahwa Aku akan bersatu bersamamu mengalami kuasa Allah akan turun ke bumi ini.”

“Jaga dirimu dengan baik melalui doamu dan saling mengasihi dan mencintai antara satu dengan yang lain.”

“Terima kasih anakKu pada malam ini !”

“Aku bahagia sekali bertemu dengan kamu semuanya karena Agnes, anak ini yang telah menyerahkan untuk itu semuanya, Kuantar kepadamu sehingga Tuhanmu dan Aku Ibumu dapat datang secara nyata diantara kamu di negaramu ini.”

 

“Terima kasih anakKu, selamat malam untuk kamu semuanya.”

 

Selamat malam Ibu Maria, terima kasih, jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---