Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Gereja St.Petrus dan Paulus, Argapura - Jayapura,

Tanggal 21 Agustus 2000

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

“Mengertilah kamu, inilah kuasaKU datang diantara kamu !”

“AKU berbuat demikian karena AKU tidak bisa dipisahkan dari kamu ! AKU tidak ingin dunia ini memisahkan kamu dari kasih-KU !”

“Maka inilah saatnya AKU datang ke negaramu ini ! Bersama ibumu mau membangkitkan kamu kembali supaya kamu sadar bahwa AKU-lah yang dulu sudah datang ke bumi ini !”

“Kini juga AKU ada di dalam tahta-KU, dalam kerajaan-KU, surgalah !”

“Hai anak-KU kamu semuanya, itulah tempat yang KU-sediakan bagi kamu semua yang setia kepada-KU !”  (Ini kata Tuhan Yesus).

 

“Baiklah AKU menunggumu ! Dan berdoalah engkau semua di dalam nama-KU ! Nama-KU adalah YESUS ! Itulah kekuatanmu !”

“Dan AKU mengatakan kepadamu untuk kamu semua yang ada disini,  AKU sudah datang ! Dan AKU minta kembali, datanglah kamu kepada-KU ! Dan AKU menunggumu dengan penuh kesabaran untuk kamu semuanya !” (Ini kata Tuhan).

“Sampai bertemu dalam doa, anak-KU ! AKU menunggumu !” (Ini kata Tuhan).

 

 

Pesan Bunda Maria

 

“Salam imamKu yang Aku kasihi !”

 

Salam Ibu Maria, jawab  Romo Jack Mote Pr.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih atas kebaikanmu !”

“Engkau membuka hati bagi anak-anakKu untuk melayani semua anak-anakKu yang ada disini. Tuhan berkati dalam perjalananmu, anakKu ! Dan Aku selalu menyertaimu dalam kehidupanmu !”

“Percayalah,  Aku Ibu Maria bersatu dalam perjalananmu ini sebagai seorang imam dan Aku menyerahkan anak-anakKu ini ke dalam tanganmu.”

“Seorang imam, sejuklah hatimu untuk melayani anak-anakKu ! Cintailah mereka dengan rohanimu, bukan dengan perasaanmu atau pikiranmu, nanti tidak akan ketemu antara mereka dengan engkau. Tetapi kalau engkau mencintai dengan rohanimu engkau akan bertemu, bersatu dengan anak-anakKu di tempat ini dimana pun mereka berada !”

“Terima kasih imamKu yang Aku kasihi !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Romo Jack Mote Pr.

 

“Terima kasih  !”

“Dan juga kamu semua yang ada disini, selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih untuk kamu juga !”

 

“Dan juga imamKu Isak Doera, kuatlah engkau dalam perjalananmu ini!”

“Engkau dipanggil untuk membimbing anak-anakKu terutama Agnes ! Tolong dia ! Kuatkan dia !”

“Kalau engkau tidak mengerti, bawalah di dalam doamu karena anak ini dipanggil untuk kamu semuanya ! ….untuk kamu semuanya !”

 

“Inilah Agnes yang telah Aku kirim kepada kamu semua yang ada disini !”

“Apakah engkau mengerti bahwa anakKu ini cukup menderita dan menderita untuk menerima semua yang dia terima dari Allah dan Aku Ibunya ?”

“Dan engkau yang Aku panggil yang bersatu dengan Agnes, haruslah kamu semua mengerti ! Sudah sekian lama engkau bersama Allah dan dengan Aku Ibumu juga engkau tidak mengerti bahwa Allah dan Aku bersama Agnes untuk melayani anak-anakKu ! Sampai kapankah engkau akan mengerti perjalanan bersama Aku Ibumu di dalam kelompok ini ?”

“Aku mau mengatakan kepada kamu yang bersama Agnes, yang Aku kirim untuk anak-anakKu; segala sesuatu semua kehidupannya dipakai oleh Allah !  Apabila dia berbicara tentang Allah dan kebenaran yang dikatakan, Allah yang memakai kehidupannya ! Anak ini tidak bisa berjalan sendiri dan tidak pernah berjalan sendiri. Anak ini Agnes!”

“Aku memanggil kamu untuk bersama Aku Ibumu untuk melayani anak-anakKu !”

“Agnes hanya sebagai perantara bagi kamu semuanya ! Kuasa Allah bekerja di dalam kehidupannya !”

“Aku Ibumu Maria mengatakan, Agnes tidak pernah berjalan sendiri. Apa yang dia katakan itulah kehendak Allah yang sudah disatukan dalam kehidupannya.”

“Sudah sekian lama engkau bersama Aku ibumu, juga engkau tidak mengerti !”

“Dan Aku mengatakan, kalau engkau tidak mengerti mengapa engkau tidak berdoa ? Mengapa engkau berbantah-bantah tentang kebenaran?”

 

“AnakKu, jangan terlena !”

“Itulah kesenangan dunia untuk menghancurkan kamu bersama Aku, bersama Agnes. Agnes ini tetap dikejar oleh penguasa-penguasa kegelapan supaya dia tidak tahan menderita dalam perjalanannya. Tetapi Aku mengatakan kepada kamu, Allah menyertainya maka dia kuat menghadapi itu semuanya !”

“Dan Aku minta kamu yang bersama Agnes, kuasailah dirimu ! Kuasailah pikiranmu ! Setiap saat kapan saja Allah ingin menyatakan melalui mulut Agnes ini, itu bisa saja terjadi karena dia dipakai, dipakai oleh Allah dan Aku ibumu ! Bukan dunia yang memakai dia !”

“Dia dipanggil untukmu dari jauh sebagai tanda kuasa Allah untuk memberikan pengertian yang sangat dalam ! Tidak ada lagi ajaran-ajaran di bumi ini anakKu, setelah Tuhanmu datang ke bumi ini menyatakan:  “AKU-lah Jalan Kebenaran ! Tanpa AKU manusia tidak  sampai ke surga !”

“Engkau harus meyakini !”

“Maka Agnes inilah yang akan menjadi saksi untuk itu semua, saat-saat terakhir bagi dunia ini !”

“Berbahagialah kamu, Allahmu sudah datang ke negaramu ini untuk menyatakan kebenaran.”

“Sudah cukup anakKu ! Kebenaran ditutup oleh dunia sehingga manusia tidak tahu mana yang baik dan tidak baik di dalam perjalanannya !”

“Aku Ibumu Maria bersama Agnes saat ini !”

 

“Mengapa tidak kamu yang diambil ?”

“Karena engkau tidak mengerti !”

“Karena anak ini sudah mengalami dari dunia. Dia akan bersaksi kepada kamu bahwa Allah dalam kebenaran yang sudah engkau terima saat ini !”

“Mengapa engkau juga tidak percaya ?”

“Sudah sekian lama Aku bersamamu, engkau juga masih berbantah-bantah tentang kebenaran yang berjalan bersama Agnes.”

 

“Siapakah Agnes ini sehingga dia berbicara ?”

“Tidak, anakKu !”

“Agnes tidak bisa melakukan apa-apa ! Agnes tidak bisa berbicara tentang kebenaran yang jauh melampaui batas !”

“Tidak bisa anakKu !”

“Hanya kuasa Allah memakai mulutnya untuk menyampaikan kepada kamu semuanya. Kalau engkau tidak percaya, siapa yang engkau percayai lagi ?”

 

“Aku bersamamu selama ini, sudah sekian lama bersamamu melayani anak-anakKu juga kamu berbantah-bantah !”

“Apa pun yang dilakukan Agnes ini, surga melihat !”

“Dia sendiri tidak tahu apa rencana Allah dalam hidupnya. Dia menerima semua itu dengan baik, dengan senang hati !”

“Apakah engkau tahu betapa besarnya cinta Agnes kepada Allah ?”

“Dia tinggalkan segala-galanya, keluarganya, saudara-saudaranya ! Dia pergi mengikuti Tuhanmu.”

“Sekarang dia sampai diantara kamu, juga kamu tidak percaya ! Dengan harus bagaimana Aku mengatakan supaya kamu percaya bahwa Tuhan Allahmu bersama Agnes dan Aku Ibumu bersama Agnes sampai hari itu tiba.”

 

“Aku menyapamu, jangan engkau berbicara dengan pikiranmu, dengan perasaanmu ! Sekali lagi, itu adalah bagian dari dunia !”

“Tetapi kalau engkau ikut sertakan di dalam imanmu dan doamu, engkau bisa mengalahkan dunia, supaya engkau bisa bertemu apa yang menjadi keinginanmu yang tidak engkau mengerti.”

“Aku menyapamu saat ini karena anak ini menangis, menjerit, kesakitan… !”

“Apa kamu tahu ?”

“Apa salah Agnes terhadap kamu ?”

“Dan apa juga salah Agnes kepada dunia ?”

“Dia mengatakan benar dan bersaksi supaya kamu tidak mudah meninggalkan Allah di dalam kehidupanmu. Dia bersaksi, apa yang sudah dia terima dulu dan sekarang ! Dia memberikan kepada kamu contoh yang sudah dia terima di dalam kehidupannya. Kalau kamu dipanggil, engkau juga tidak bisa bersaksi !”

“Apakah engkau ingat bagaimana Paulus, dia dipanggil untuk bersaksi tentang kebenaran karena dia juga mengalami sebelum dia menerima Allah dalam kehidupannya? Kini juga Agnes !”

 

“Saya bertanya kepada kamu, apa yang sudah dilakukan oleh Agnes?”

“Apa salah Agnes terhadap dirimu ?”

“Dia bersaksi ! Kenapa kamu takut terhadap dunia ?”

“Aku mengatakan kepadamu, engkau takut kepada dunia !”

“Itu bukan bijaksana ! Dengan sekejap Allah bisa melakukan tentang dunia. Allah bisa mengalahkan dunia ini anakKu !”

“Agnes tidak salah ! Dia bersaksi !”

“Dari jauh dia dipanggil sehingga disaat ini. Dia mencintai Allah dan mengorbankan hidupnya ! Dia meninggalkan segala-galanya, dia menerima !”

“Dan Aku memanggil kamu untuk bekerja sama dengan Aku ibumu di negaramu ini untuk melayani anak-anakKu supaya anak-anakKu kembali kepadaKu seutuhnya dan kepada Allah seutuhnya !”

 

“Inilah perasaan, menghilangkan suatu yang indah di dalam mana kamu berjalan selama ini bersama Aku Ibumu !”

“Jaga dirimu dengan baik !”

“Ingat, kamu akan dikejar, tetap dikejar…! Tetapi kalau kamu hidup dalam nama Tuhan, setan tidak akan sanggup menguasai perjalananmu ini.”

“Aku sudah bahagia, kamu dapat melaksanakan tugasmu dengan baik dan engkau sampai disini bertemu dengan anak-anakKu. Aku bahagia sekali ! Aku menghargai semua jerih payahmu anakKu ! Tetapi Aku sedih karena engkau belum mengerti !”

“Sudah sekian lama Allah dan Aku bersama kelompokmu ini, bersama Agnes ! Engkau juga belum mengerti !”

“Bagaimana engkau bisa menyampaikan kebenaran ini kepada saudara-saudaramu ?”

“Renungkanlah anakKu, bawalah dalam doamu !”

“Semua peristiwa yang sudah terjadi jangan terulang kembali !”

“Doakanlah Agnes ini !”

“Aku memberikan Agnes kepada kamu !”

“Tidak semua orang bisa menderita !”

“Karena Agnes mempunyai dasar, dasar cinta dan kasih ! Dan dia mau menderita, itulah hidupnya sejak dulu masih dia kecil. Bukan sekarang saja dia mau menderita, sejak kecil dia sudah dipisahkan dari kehidupan, kebahagiaan dari keluarganya. Tetapi anak ini menerima dengan baik !”

“Itulah rencana Allah ! Dia dipersiapkan untuk ini semuanya agar dia bersaksi bisa mengatakan yang benar, yang tidak benar, yang sudah dialami dalam kehidupannya.”

“AnakKu, sudahkah engkau mengerti ?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Baik ! Kalau engkau sudah mengerti, Aku minta kepadamu saling mengasihilah kamu dan mencintai dan melayani. Tidak ada lagi kekerasan dan berbantah-bantah tentang kebenaran..! Tentang kebenaran…! Tetapi dengan cinta, dengan kerendahan hati, kamu dapat berbicara dengan baik !”

“Terima kasih !”

 

“Aku sayang kamu bersama Agnes maka Aku menyapamu supaya engkau kuat dalam pencobaan yang datang dari dunia ini untuk memisahkan…!”

“Tidak anakKu !”

“Aku menang ! Aku tetap menang ! Ibu Maria tetap menang !”

“Kelompok ini tetap utuh sampai hari itu tiba dan tetap ada !”

“Dan kamu masih mempunyai kerja untuk mengumpulkan anak-anakKu kembali, untuk bersatu dengan imam-imammu, untuk memuliakan Allah kembali !”

“AnakKu, berbahagialah kamu, kamu dipanggil bersatu dalam perjalanan ini. !”

“Terima kasih yang bersama kamu semua bersama Agnes, Aku bahagia untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Dan juga kamu anak-anakKu yang ada disini, terima kasih  ! Selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

Terima kasih, selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Ini Aku Ibumu Maria datang melalui Agnes !  Aku rindu, Aku sangat rindu, merindukan kamu di tempat ini maka Agnes bersama saudara-saudaramu Aku utus ke tempatmu ini supaya Aku bisa menyapamu seperti ini !”

“Inilah caraKu anakKu ! Cara yang terakhir, tetapi yang bahagia untuk kamu !”

“Aku bersama Agnes tetapi bukan Agnes yang berbicara tetapi Aku Ibumu yang menyapamu pada malam ini !”

“Terima kasih anakKu semuanya !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Bagi kamu yang belum mengerti, Aku menerima tetapi janganlah tenggelam di dalam engkau tidak mengerti ! Cepatlah engkau bangkit dan berdoa, memohon kepada Allah kita yang satu yang menciptakan kita semuanya maka engkau akan diberikan pengertian itu semua untuk kamu semua yang ada disini !”

 

“Anak-anakKu semua, kamu telah mendengarkan dari mereka yang menyampaikan salamKu ini ! Itulah, itu benar anakKu ! Aku datang ke negaramu ini untuk kamu dan membawa kamu kembali kepada Allah !”

“Itulah kebahagiaanKu karena Aku Ibumu yang bahagia ! Apabila engkau sedih, hatiKu sedih !”

“Aku ingin kamu semua bahagia anakKu maka sempurnalah kebahagiaanKu ini yang telah diberikan Allah kepadaKu !”

 

“Anak-anakKu semua yang ada disini, Aku minta kepadamu, jaga dirimu baik-baik !”

“Dan satukan hidupmu dengan Allah dan tetaplah berdoa dalam keluargamu dan ciptakanlah damai supaya kamu semua tidak mudah jatuh dalam pencobaan karena saat ini kuasa kegelapan sedang bekerja keras anakKu !”

“Dia tahu, akan turun hari pemurnian ke bumi ini ! Dia tahu ! Maka mereka menerjang kemana-mana untuk menjauhkan anak-anak Tuhan dari kasihNYA !”

“Tetapi Aku Ibumu sudah datang ke bumi ini dimanapun anak-anakKu berada dan juga di negaramu dan juga di tempat ini ! Aku berdoa untuk kamu dan menjaga kamu dengan doaKu ! Aku lawan ! Bersama Allah, Aku mengalahkan setan !”

“Dan kamu juga anak-anakKu, di dalam nama Tuhanmu engkau juga bisa mengalahkan setan ! Inilah yang Aku katakan kepada kamu semua yang ada disini !”

 

“Dan Aku minta mulai saat ini, kamu hidup dalam doa dalam keluargamu !”

“Saling mengasihi kamu suami-istri ! Kamu mengasihi anak-anakmu !”

Dan kamu anak-anak mengasihi orang tuamu dan saudaramu dan sesamamu ! Itulah arti berjaga-jaga !”

“Dan melayani, saling mengasihi dan memberi ! Itu arti berjaga-jaga !”

“Setan tidak bisa melakukan itu anakKu, hanya sementara dia dapat melakukan ! Habis itu hancurlah manusia dengan kesombongannya. Dia dapat memberi kalau itu pemberian bersama dunia !”

“Tetapi kalau itu engkau berikan bersama Allah, engkau bersuka cita dan mempunyai kerendahan hati dan mau melayani dengan apa saja yang engkau punyai dalam kehidupanmu; engkau persembahkan kepada Allah melalui saudara-saudaramu !”

“Maukah engkau melakukan itu anak-anakKu ?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Dan berjuanglah ! Tanpa perjuangan engkau tidak bisa bekerja dengan baik ! Berjuang adalah bersama kesetiaan ! Kesetiaan itulah mengalahkan segala-galanya anakKu ! Tumbuhlah kasih dan cinta dalam kehidupanmu !”

 

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, terima kasih !”

“Dan juga kamu semua yang mengumpulkan anak-anakKu, teruskan dan sampaikan salamKu ini kepada saudara-saudaramu !”

“Dan sampaikan juga salam kasih dan cintaKu kepada imammu yang tertinggi bahwa Aku Maria sudah datang. Ibunya sudah datang ke tempat ini bersama Agnes melalui kuasa Allah !”

“Dan sampaikan salamKu juga dengan imam-imam di tempatmu ini ! Sampaikan salamKu melalui doaKu anak-anakKu dan bekerja, bawa mereka seperti ini !”

“Percayalah, tanpa Agnes pun kuasa Allah dan Aku Ibumu akan hadir ! Apabila hatimu sungguh-sungguh terbuka dengan penuh kepasrahan ! Karena sudah Kumintakan sentuhan itu ! Sentuhan adalah sentuhan dimana engkau bisa merasakan dimana Allah hadir diantara kamu semuanya. Sentuhan itu Kumintakan dan Kuberikan kepadamu !”

“Tanpa Agnes !”

“Agnes, hanya bersaksi tentang kebenaran ini !”

“Setelah dia pulang, kamu bersaksi tentang kebenaran ini bersama Allah dan Aku Ibumu, bukan bersama Agnes ! Biar Agnes berkeliling untuk menyampaikan ini !”

“Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku sangat bahagia sekali melihat kamu semua berkumpul disini !”

“Aku mau menjadikan kamu semua kelompok yang besar dan menjadi terang di kotamu ini !”

“Kamu mempunyai tugas anak-anakKu dengan imam-imammu terutama imammu yang ada bersama kamu saat ini. Apabila hari pemurnian itu turun, kamu mempunyai tugas mengumpulkan anak-anakKu di tempat ini !”

“Maukah engkau melakukan itu semuanya anak-anakKu ?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Bekerjalah ! Aku berdoa untukmu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anak-anakKu sekalian yang Aku cintai, yang Aku rindukan selama ini ! Walaupun Aku di surga, Aku ingat kamu semua ! Semua kamu Aku bawa dalam doaKu di surga !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih !”

“Sekali lagi Aku bahagia sekali !”

“Dan kamu bersama Agnes, pergilah melayani dengan penuh kasih dan cinta. Kamu sudah Kusatukan, kamu tidak bisa dipisahkan lagi antara Aku dan Agnes, kamu adalah satu. Agnes menderita, kamu juga menderita, Aku Ibumu juga ikut menderita dalam kelompokmu ini! Apa kamu mengerti itu semuanya ?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anakKu !”

“Jangan terulang lagi ! Cukup…, cukup anakKu ! Semua bawa dalam doa, semua akan menjadi baik !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih, mari satukan hatimu dengan Aku Ibumu Maria !”

“Aku mengajar doa ini ! Inilah doaKu yang Kuberikan kepadamu. Saat ini juga Aku berdoa bersamamu !”

“Dengan hati kamu berdoa karena kita datang kepada Allah ! Jangan bawa pikiranmu, duniamu tetapi bawalah imanmu menghadap Allah yang maha Kuasa.”

“Mari satukan anakKu hatimu dengan Aku Ibumu.”

“Mari kita berdoa bersama-sama.”

 

 

Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

 

“AnakKu semua, engkau anak-anak bahagia ! Tidak ada lagi kesedihan, ketakutan dan kekhawatiran !”

“Semua engkau alami di negaramu ini, biarkan saja itu terjadi ! Itu bagian mereka ! Bagianmu adalah kebahagiaan dalam doa !”

“Dekatkan dirimu kepada Allah ! Kamu saling melayani, saling mengasihi dan mencintai ! Cukup itu !”

“Jangan ikut-ikutan masalah dunia karena waktunya bukan untuk itu tetapi untuk saling mengasihi !”

“Mengerti kamu semua yang ada disini ?”

 

Kami mengerti Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih anakKu !”

“Terima kasih sekali dan juga kamu bersama Agnes, Aku mengucapkan terima kasih !” “Dan kamu juga yang ada disini dan imamKu terima kasih engkau telah menyediakan bagi anak-anakKu dan Aku Ibumu untuk bertemu dengan anak-anakKu di tempat ini !”

 

“Terima kasih dan selamat malam untuk kamu semuanya !”

 

 

Terima kasih dan selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

 

---ooo0ooo---