Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia
Desa Yanggandur, Wasur- Merauke, tanggal 20
Agustus 2000
“AKU datang, AKU sudah datang anak-KU !”
“AKU tidak pernah meninggalkan kamu !”
“Berbahagialah kamu semua yang ada disini, AKU mengunjungimu !”
“Dan AKU berkata kepadamu, kuasa-KU datang diantara kamu supaya engkau sadar, mengerti bahwa AKU selalu menyertai kamu dan AKU ada dan hidup dan dekat sampai saat ini dan AKU menunggu kamu semua !” (Kata Tuhan Yesus).
“Datanglah
anak-KU !”
“AKU-lah
tempat perlindunganmu ! AKU-lah yang bisa memberikan kebahagiaan di bumi dan
kebahagiaan kembali kepada-KU seutuhnya ! Kebahagiaan adalah AKU sendiri!”
(Ini
kata Tuhan Yesus).
“Baiklah,
sampai bertemu dalam doa dan berdoalah di dalam nama-KU, sebutkanlah nama-KU,
itulah kekuatanmu !”
“Anak-anakKU,
AKU menunggumu ! Datanglah ! AKU menunggumu !” (Ini kata Tuhan).
“Terima
kasih atas kehadiranmu semua anak-anakKu pada siang ini !”
“Aku
bahagia kamu sudah sampai di tempat ini !”
“Inilah
anak-anakKu semua, Agnes !” (Ini kata Ibu Maria)
“Inilah
mereka, inilah anakKu ! Aku mendengarkan jeritan hati mereka!”
“Inilah
mereka ! Supaya engkau tahu, mereka anak-anakKu juga seperti kamu !” (Ini kata
Ibu Maria).
“Terima
kasih !”
“Terima
kasih anakKu !”
“Aku
bahagia bisa bertemu dengan kamu di tempat ini !”
“Selama
ini engkau tidak mengerti bahwa Aku selalu bersamamu, suka dan duka dalam
perjalananmu.”
“Anak-anakKu,
bukan Allah tidak sayang dan cinta kepadamu. Percayalah Allah tidak pernah
meninggalkan engkau sendiri dan Aku Ibumu tidak pernah meninggalkan engkau
sendiri seperti ini maka Aku datang mengunjungi kamu !”
“Anak-anakKu
yang Aku kasihi semua yang ada disini, Aku mendengar jeritan hatimu maka Aku
datang ! Saat ini Aku datang !”
“AnakKu,
Akulah Maria Ibumu bersama Agnes saat ini yang ada bersamamu !”
“Anak-anakKu,
Aku bahagia ! Aku sungguh bahagia
karena Aku bertemu dengan kamu dan berbicara dengan kamu !”
“Kamu
semua anakKu ! Kamu semua sama diantara mereka ! BagiKu tidak ada bedanya
engkau dengan mereka ! Kamu semua anakKu !”
“Anak-anakKu,
kuatlah hatimu dalam hidupmu ini !”
“Jagalah
dirimu baik-baik dan berdoalah ! Dekatkan dirimu kepada Allah supaya engkau
kuat mengalami hidup dalam perjalananmu.”
“Anak-anakKu
seperti kamulah, seperti kamulah yang dicintai Allah ! Seperti kamu anak-anakKu
!”
“Anak-anakKu
semua yang Aku kasihi, Aku menyayangi kamu !
Aku mencintai kamu! Jangan ada lagi kesedihan diantara kamu ! Aku Ibumu
berdoa untuk kamu semuanya.”
“Anak-anakKu,
sekali lagi Aku minta kepadamu, jaga dirimu baik-baik ! Allah dan Aku Ibumu
menyertai kamu semuanya !”
“Percayalah,
percayalah anak-anakKu yang Aku kasihi !”
“Anak-anakKu
semua yang ada disini dan kamu yang melayani anak-anakKu di tempat ini, Aku
minta dari kamu menyadari apakah arti ‘kasih’ itu sendiri !”
“Engkau
sebagai anak-anak Allah !”
“Kasih
adalah melayani !”
“Kasih
adalah engkau mengerti tentang penderitaan saudara-saudaramu !”
“Kasih…!
Kasih tidak membedakan antara satu dengan yang lain !”
“Kasih…!
Kasih adalah unsur-unsur untuk memuliakan Allah !”
“Kasih..
! Kalau engkau melakukan kepada anak-anakKu ini, kasihmu utuh engkau berikan
kepada Allah !”
“AnakKu,
renungkanlah perkataanKu ini !”
“Kunjungilah
mereka ! Mereka juga ingin bahagia seperti kamu !”
“Aku
Ibumu dengan kuasa Allah, Aku mengunjungi mereka di tempat ini ! ”
“Apakah
engkau yang dekat, pernahkah engkau berkunjung untuk mereka ?”
“Sadarilah
itu anak-anakKu ! Renungkanlah perkataanKu ini, bawalah dalam doamu !”
“Dan
Aku datang ke negaramu ini untuk ini semuanya ! Aku satukan dalam kelompok yang
telah Aku berikan kepada kamu !”
“Saling
mengasihilah kamu dalam kelompok itu, untuk melayani anak-anakKu di tempat ini
! Apakah mengerti apa yang Aku katakan ini kepada kamu semuanya ?”
“Terima kasih !”
“Sedikit pun engkau berikan, itu berarti di hadapan Allah karena engkau cinta kepada saudara-saudaramu dikarenakan engkau cinta kepada Allah.”
“Aku Ibumu mau datang ke sini, Aku mendengarkan mereka, Aku mengirim kamu kesini supaya Aku bisa bertemu dengan mereka.”
“Lihat mereka !”
“Apa yang engkau lihat dari mereka saat ini anak-anakKu ? Apakah engkau bisa menjawab pada saat ini juga ?”
“Apa yang engkau lihat dari anak-anakKu saat ini ? Apa yang engkau rasakan saat ini melihat mereka ?”
“Jawablah anakKu !”
“Kesetiaan, kesederhanaan…!”
“Tetapi lebih dari itu, lebih dari itu anakKu…! Dengan kekurangannya dia memberikan kepada Allah !”
“Apakah kamu memberikan kelebihanmu baru engkau berikan kepada mereka ? Aku bertanya kepadamu !”
“Mereka memberikan dari kekurangannya, dipersembahkan kepada Allah ! Itulah, itulah kecintaan Tuhanmu !”
“Mereka memberikan dari kekurangannya tetapi kamu ! Kamu yang berlimpah berkat ! Apakah engkau sanggup memberikan kepada Allahmu melalui saudara-saudaramu ?”
Kami sanggup Ibu Maria, jawab
umat serentak
“Terima kasih !”
“Renungkanlah itu !”
“Hai anakKu, kunjungilah anakKu ini ! Aku Ibumu mengunjungi mereka, Aku turun dari surga melalui kuasa Allah untuk datang kepada mereka !”
“Kamu yang dekat, kamu yang dekat…..?”
“Aku tidak minta lebih banyak dari padamu, Aku tidak minta ! Tetapi kesadaranmu dengan penuh kasih dan cinta, engkau melayani mereka.”
“Mereka juga tidak minta dari padamu.”
“Dengan segala kekurangannya, dia menerima apa adanya yang mereka terima sampai saat ini !”
“Merekalah anak-anakKu ! Aku rindu kepada mereka semuanya maka Aku membawa kamu ke tempat ini.”
“Inilah mereka ! Inilah anak-anakKu yang Aku kasihi selama ini ! Kini Aku mengunjungi mereka dan Aku berdoa untuk mereka !”
“Dan mereka menjerit hatinya kepadaKu, Aku mendengarkannya !”
“Anak-anakKu
semua yang ada disini, renungkanlah kembali apa yang Aku katakan ini kepadamu !
Kalau engkau mengasihi Allah dengan apakah engkau berikan itu kepada Allah ?”
“Anak-anakKu,
persembahkanlah yang menjadi milik Allah karena dunia ini tidak bisa
membahagiakan kamu ! Kamu tidak selamanya di bumi ini !”
“Aku
menyatakan ini kepadamu, kumpulkanlah hartamu hai anakKu !”
“Mungkin
juga besok engkau akan pulang kembali kepada Allah ! Sudahkah engkau membawa
bekal dalam perjalananmu ? Aku bertanya kepadamu saat ini !”
“Inilah
saatnya anakKu ! Inilah saatnya…!”
“Aku
tidak meminta lebih dari padamu tetapi Aku ingin kasihmu dengan tulus hatimu.
Kunjungilah mereka anak-anakKu di tempat ini ! Aku sayang kepada mereka !”
“Lihatlah
mereka, lihatlah mereka saat ini…..!”
“Engkau
sama ! Mereka dan kamu adalah sama di hadapanKu. Kamu adalah anak-anakKu !”
“Aku
sedih, Aku sedih melihat mereka ! Dimanakah tangan-tangan anakKu ? Dimanakah
mereka saat ini ?”
“Mereka
menikmati hidupnya sendiri, menikmati hidupnya sendiri !”
“Aku
menangisi mereka karena mereka adalah anak-anakKu ! Aku sedih melihat
penderitaan mereka !”
“Dimanakah
anak-anakKu yang lain ? Dimanakah hati mereka saat ini?”
“Anak-anakKu,
Aku menangis saat ini ! Aku menyayangi mereka semuanya !”
“Merekalah
anak-anakKu ! Anak-anakKu yang Kuberikan kepada kamu supaya juga mereka bahagia
seperti kamu dan Aku Ibumu !”
“Mengertikah
kamu kesedihanKu saat ini ?”
“Apakah ada di hatimu seperti Aku Ibumu merasakan kesedihan itu ?”
“Terima kasih !”
“Terima kasih untuk kamu semuanya !”
“Aku berdoa untuk kamu di kotamu ini ! Aku memohon kepada Allah agar tergeraklah hati mereka yang berlimpah berkat untuk datang menjenguk anak-anakKu di tempat ini. Aku berdoa !”
“Anak-anakKu yang Aku cintai, kamu tidak sendiri anakKu ! Aku ada Ibumu ! Aku dekat kepada kamu semuanya.”
“Percayalah, masanya akan tiba ! Kamu semua akan bahagia ! Masanya akan tiba anakKu ! Kamu semua akan bahagia, tidak seperti ini lagi !”
“Bersabarlah kamu, bawalah dalam doamu, dekatkan dirimu kepada Allah agar engkau dikuatkan dalam kehidupanmu !”
“AnakKu, penderitaan adalah awal kebahagiaan bagi kamu semuanya. Terimalah dengan sabar dan berdoalah bersama Aku Ibumu.”
“Setiap saat Aku akan mengunjungi kamu ke tempat ini, setiap saat Aku mengunjungi kamu ke tempat ini, anakKu !”
“Terima
kasih !”
“Anak-anakKu
sekalian yang Aku cintai semua yang ada disini dan kamu juga yang mengunjungi
anak-anakKu di tempat ini ! Renungkanlah kembali apa yang Aku katakan ini
kepadamu !”
“Kalau
engkau anak-anak Allah, engkau dapat melakukan apa saja diantara kamu bersama
saudara-saudaramu untuk melayani.”
“Percayalah
! Tuhan berkati perjalananmu semuanya ! Dalam perjalanan ini Allah akan bekerja
apabila engkau melakukan, meluhurkan Tuhan melalui saudara-saudaramu di tempat
ini dimana pun engkau berada.”
“Terima
kasih anakKu, atas kunjungan ini untuk kamu semuanya !”
“Apakah
kamu bahagia Aku hadir diantara kamu ?”
“Terima
kasih anakKu, terima kasih untuk kamu semuanya !”
“Terima
kasih !”
“Marilah
anakKu, Aku mau berdoa bersamamu pada saat ini.”
“Mari
satukan hatimu kepadaKu Ibumu yang mencintaimu.”
“Mari
kita berdoa, Aku menguatkanmu dalam doa ini agar engkau menjadi anak yang kuat
dalam segala hal, dalam hal penderitaan apapun yang engkau hadapi. Engkau akan
kuat karena Allah menyertaimu sampai saat ini dan seterusnya dalam kehidupanmu
!”
“Mari
kita berdoa anakKu !”
“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.
“Terima
kasih anakKu !”
“Kita
bertemu pada saat ini, inilah Aku Ibu Maria sudah datang mengunjungimu.”
“Jangan
khawatir anakKu !”
“Allah
menyertaimu, percayalah dan Aku Ibumu menyertaimu !”
“Dan
Aku berdoa bagi saudara-saudaramu yang berkelimpahan berkat agar terbukalah
hatinya untuk mengunjungi kamu di tempat ini.”
“Terima
kasih anak-anakKu semua yang Aku kasihi !”
“Terima
kasih, selamat siang untuk kamu semuanya.”