Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Keluarga Ibu Eleonora Fatruan - Merauke,

Tanggal 18 Agustus 2000

 

 

Pesan Tuhan Yesus (Sabda Pengetahuan)

 

“AKU sudah datang ke tempat ini, di kota ini !”

“AKU sudah meluruskan perjalananmu ! Layanilah mereka dengan baik !” (Ini kata Tuhan Yesus).

“AKU sudah mendahului kamu !” (Ini kata Tuhan Yesus).

 

 

Pesan Bunda Maria

 

“Salam hai imamKu yang Aku kasihi ! Engkau Isak Doera, berbahagialah engkau di hari tuamu ini, Allah memanggilmu bersatu dengan Aku Ibumu Maria untuk melayani anak-anakKu di negaramu ini.”

“Terima kasih !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr.

 

“Dan juga kamu anak-anakKu, terima kasih untuk kamu semuanya,  selamat malam !”

 

Terima kasih dan selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Aku Ibumu datang pada malam ini bersama Agnes diantara kamu. Allah berkenan mengantarkan Aku bersama kamu saat ini.”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Kini Agnes datang bersama anak-anakKu untuk mengunjungi kamu di tempatmu ini. Akulah yang meminta itu kepada Allah agar Aku sampai ke tempat ini untuk bertemu dengan kamu sekalian.”

“Terima kasih anakKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Aku Ibumu Maria datang bersama Agnes, saat ini engkau mendengarkan Aku. Inilah sapaanKu kepadamu tanda cintaKu di tempatmu ini. Aku datang anakKu !”

“Aku juga berterima kasih bagi kamu yang mengumpulkan anak-anakKu di tempat ini !”

“Dan Aku juga terima kasih kepada imammu yang tertinggi. Aku sudah cukup bahagia walaupun belum penuh diberikan kepadaKu tetapi Aku juga berterima kasih dan sampaikan salamKu kepada imammu bahwa Aku Ibumu sudah datang di kotamu ini.”

“Terima kasih anakKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Aku bahagia ! Aku melihat kamu semua seperti ini ! Aku senang apabila anak-anakKu seperti ini di seluruh bumi, Aku bahagia sekali !”

“Tetapi anakKu di tempat lain jauh dari padamu Rumah Allah sepi sekali !”

“Dan juga imam-imam banyak meninggalkan panggilannya karena kekuatan dunia !”

“Aku sedih ! Begitu besarnya pengaruh dunia itu terhadap anak-anak Tuhan !”

“Aku mengatakan benar, sekarang rumah Allah bukan lagi rumah Allah tetapi untuk kebutuhan dunia, sudah diberikan kepada dunia. Aku sedih ! Tetapi Aku bahagia di negaramu ini melihat kamu seperti ini.”

 

“AnakKu, Aku datang mau bersamamu dalam suka dan duka ! Terutama kamu mengalami kepedihan di negaramu ini, di tempatmu ini.”

“Aku berdoa memohon kepada Allah agar anak-anakKu terhindar dari hal-hal yang tidak baik. Dan kamu juga berdoa, satukan doamu dengan Aku ibumu untuk mengetuk hati anak-anakKu di tempat ini agar mereka sadar bukan dengan kekerasan tetapi dengan doa, kedekatan dengan Allah semua akan menjadi baik.”

“Sabarlah kamu anakKu, menerima ini semuanya karena ini harus terjadi di negaramu dan ini tidak akan berhenti…! Akan sampai seluruh tanah airmu ini, silih berganti.”

“Inilah tanda ! Tanda bahwa kebenaran sudah banyak ditutupi oleh dunia maka manusia tidak mempunyai hati yang murni, yang dengan sungguh-sungguh, dengan penuh kepasrahan tetapi dengan kekasaran mereka berbuat.”

“Kamu jangan ikut seperti itu !”

 

“Aku datang untuk mengajarkan kamu hidup dalam damai ! Hidup dalam kasih dan cinta! Tidak ada kekerasan !”

“Kamu anak-anak Allah, kamu bisa melakukan dengan doa dan mengalahkan dunia ini dengan doamu. Itu kekuatanmu !”

“Sekali lagi Aku mengatakan kepadamu, jangan engkau melakukan kekerasan dan jangan engkau ikut campur tangan dengan dunia. Sadarlah !”

“Dan sampaikan kepada anak-anakKu, supaya kamu terhindar dari penderitaan yang ada yang sudah datang ke negaramu ini.”

“Aku tahu, itu harus terjadi maka Aku datang, Aku menguatkan kamu ! Dan Aku bersama kamu menyatukan doa. Aku bawa kamu semua kembali kepada Allah !”

“Percaya ! Kalau kamu minta kebaikan dan kebenaran, Allah akan memberikan untuk kamu !”

“Janganlah engkau meminta melampaui batas apa yang tidak engkau mengerti ! Jangan terlalu banyak menuntut untuk meminta dunia !”

 

“AnakKu, sebentar lagi dunia ini akan dimurnikan dan seluruh bumi akan mengalami !” “Aku datang menyampaikan ini supaya kamu siap !”

“Dan Aku mengatakan anakKu, kamu jangan ikut masalah dunia yang saat ini sedang ramai-ramai di negaramu ini.”

“Biarlah dunia dengan dunia ! Aku memisahkan kamu dari dunia maka Aku datang bersama kamu agar kamu kuat menghadapi kenyataan ini yang harus terjadi dan terjadi. Apa pun yang engkau lakukan itu tidak selesai karena itu harus terjadi !”

“Seluruh bumi terjadi ! Bukan di negaramu saja yang terjadi seperti ini!”

“AnakKu, engkau anak Allah ! Engkau mempunyai kasih dan cinta bukan kekerasan. Ciptakanlah damai !”

“Kalau engkau mau melakukan segala sesuatu, bawalah dalam doa ! Biar kuasa Allah yang bekerja !”

“AnakKu, Aku datang bersama Agnes dan anak-anakKu di tempat ini. Mereka dari jauh tetapi Aku bawa mereka bersama kamu di tempat ini karena kamu juga anak-anakKu. Sudah mengerti kamu ?”

 

Sudah Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Kalau kamu sudah mengerti, mulai saat ini tidak ada lagi kekerasan ! Semua engkau lakukan melalui doa dan melalui sikap dan tingkah lakumu.”

“Sekali lagi, bukan Allah tidak mengabulkan doamu, masalah negaramu ! Tetapi itu harus terjadi supaya kuasa Allah dinyatakan di negaramu ini.”

“Karena Allah sudah datang anakKu dan Aku Ibumu sudah datang ke negaramu ini untuk bertemu dengan kamu dan juga kamu yang ada disini, kamu semua anak-anakKu yang Aku kasihi.”

“Inilah yang Aku lakukan, engkau bisa mendengarkan Aku melalui Agnes .”

 

Kami bisa Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Ini Aku Maria ! Sungguh-sungguh Maria, bukan Agnes anak-anakKu !”

“Aku Maria datang diantara kamu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Aku menguatkan kamu di kotamu ini dan Aku bersama kamu anakKu untuk menghadapi kenyataan ini sampai hari pemurnian segera turun.”

“Jaga dirimu dengan baik dan berdoalah kamu dalam keluargamu masing-masing. Itulah kekuatanmu anak-anakKu !”

“Percaya, semua akan menjadi baik untuk kamu semuanya !”

 

“Dan putri-putriKu (suster-suster, red) yang berkumpul disini, Aku mengucapkan terima kasih kamu sudah datang bertemu dengan Aku ibumu Maria melalui Agnes !”

“Aku mengasihimu putriKu ! Setialah engkau ! Setia dalam panggilanmu karena engkau milik Allah seutuhnya bukan lagi milik dunia.”

“Berjuanglah anakKu…..! Berjuang !”

“Aku Ibumu selalu menyertai kamu semuanya agar kamu sampai kepada tujuan adalah bahagia bersama Aku Ibumu Maria.”

“Maukah kamu putri-putriKu ?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih putriKu !”

“Aku mengucapkan terima kasih untuk kamu semuanya dan kamu semuanya anak-anakKu semua yang ada disini !”

“Terima kasih !”

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Aku bahagia !”

“Kamu anak-anak bahagia ?”

 

Kami bahagia Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Terima kasih anakKu sekalian !”

“Inilah Aku Ibumu, Aku selalu menyatukan walaupun kamu kadang-kadang lupa kepada Aku ibumu tetapi Aku tidak melupakanmu anakKu!”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Bersatulah kamu anakKu dalam kelompok ini !”

“Dan sampaikanlah kebenaran ini di kotamu ini, siapa saja yang engkau temui, jangan takut ! Aku menyertaimu dalam doaKu ! Allah bekerja dalam kehidupanmu !”

“Dan sampaikanlah doaKu ini, tanda kasih dan cintaKu ! Aku sudah hadir di kotamu ini bersama Agnes !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya !”

“Aku bahagia …! Bahagia ! Sekali lagi Aku mengatakan, kamu anak-anak bahagia !”

 

Kami anak-anak bahagia Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih !”

“Aku tidak bisa berkata apa-apa, Aku bahagia ! “

“Dan Aku berdoa agar kotamu ini mencapai sesuatu yang baik ! Serahkan saja kepada Allah !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih untuk kamu semuanya !”

“Kalau kamu berterima kasih, cukup kamu berterima kasih lebih banyak kepada Allah di surga !”

 

Terima kasih Allah Bapa di surga, jawab umat.

 

“Terima kasih !”

“Dan bersyukur tentang hidupmu ! Syukuri anakKu, syukuri !”

“Allahmu baik ! Allahmu penuh cinta ! Sampai saat ini Allahmu menunggu kamu semuanya. Datanglah !”

“Perbaiki dirimu !”

“Jangan lagi bermain-main dengan dunia nanti kamu akan terjerat oleh dunia. Nanti kamu akan jauh dari kasih Allah, nanti kamu menderita !”

“AnakKu, bangkit ! Dalam nama Tuhan Allahmu engkau menang atas dunia ini !”

“Dan Aku mengatakan masa penantian ini anakKu, jaga dirimu dengan baik ! Banyaklah berdoa terutama dalam keluargamu dimana pun kamu berada dan teruskan doa ini. Tanpa Agnes, kuasa Allah akan hadir dan Aku Ibumu akan hadir diantar oleh kuasa Allah. Kamu percaya ?”

 

Kami percaya Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Teruskan kamu berdoa seperti ini ! Maukah kamu ?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Dan bawalah doa itu yang telah Aku berikan kepadamu dan satukan dengan doamu. Itulah kekuatanmu !”

“Aku mengajarkan supaya kamu bisa kembali bermesraan kepada Allah. Maukah kamu?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

“Terima kasih !”

“Berjuang anakKu ! Pasti engkau sampai ! Sampai kepada tujuan !”

“Dan Aku Ibu menyaertai kamu dan tidak pernah meninggalkan kamu sedikitpun. Aku selalu bersatu dimana kamu berdoa, Aku satukan doaKu ini untuk anak-anakKu di seluruh bumi dan kamu semuanya !”

“Terima kasih untuk kamu semua anak-anakKu !”

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

Terima kasih !”

“Inilah pertemuan kita anakKu, percaya Allahmu dan Aku akan mengunjungi kamu apabila engkau berkumpul bersatu dengan Aku Ibumu dalam Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia yang telah Ku-berikan di negaramu ini maka engkau bahagia !”

 

“Anak-anakKu semua yang Aku kasihi, sekali lagi Aku mengatakan kita akan bertemu di dalam doa walaupun Agnes tidak ada diantara kamu, Aku akan hadir bersama kamu disaat kamu berdoa bersama Aku Ibumu di dalam kelompokmu ini !”

“Dan Aku mengatakan untuk kamu, berdamailah kamu dalam keluargamu !”

“Suami-istri ! Orang-tua dengan anak-anakmu ! Dan anak-anak terhadap orangtuamu.” 

“Jaga orang-tuamu dengan baik karena orang-tuamu diberikan Allah kepadamu karena merekalah engkau ada dalam dunia ini.”

“Jangan lagi ada kekerasan dalam keluargamu tetapi lemah lembutlah engkau, sabar dan bijaksana dan berdoa maka engkau akan bisa merasakan kapan Tuhan datang untuk mengunjungi kamu dalam keluargamu masing-masing !”

“Maukah engkau melakukan itu semuanya ?”

 

Kami mau Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

“Terima kasih dan kamu berdoa dalam keluargamu, mulai saat ini ajak semuanya bersatu dalam doa.”

“Inilah Aku Ibumu Maria mengatakan benar untuk kamu semuanya.”

“Aku Maria, Aku Ibumu !”

“Aku diberikan untukmu dan kamu diberikan kepadaKu. Aku tidak bisa dipisahkan daripada kamu semuanya. Dunia tidak bisa memisahkan karena kuasa Allah bekerja di dalam kehidupanKu !”

“Terima kasih sekali lagi untuk kamu semuanya !”

“Dan pada malam ini saya sudahi pertemuan kita tetapi kita bertemu dalam doa. Aku Ibumu selalu berdoa untukmu dan kotamu ini.” 

 

“AnakKu, mari satukan hatimu dengan Aku Ibumu dan mari kita berdoa dan Aku akan membawa kamu semua kepada Allah yang maha- kuasa.”

“Kita berdoa dengan hati !”

“Mari anakKu, mari kita mulai.”

 

“Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu.” (3X) Amin.

 

“Dan salamKu kepada imamKu, untuk kamu mewakili dari imammu yang tertinggi dan sampaikan salamKu ini ! Salam yang sangat dalam yang penuh kasih dan cinta karena para imam adalah diberikan Allah bersama Aku dan Aku berdoa untuk para imam.”

“Terima kasih engkau yang datang bersama anakKu pada malam ini !”

 

“Terima kasih untuk kamu semua anak-anakKu yang Aku kasihi, sampaikan salamKu melalui doaKu, untuk anak-anakKu di kota ini.”

“Anak-anakKu, sampai bertemu kembali dalam doa, Aku bersatu dengan kamu semuanya.”

“Selamat malam anakKu !”

“Sampai bertemu kembali dalam doa dimana pun kamu berada.”

“Salam kasihKu untuk kamu semuanya anak-anakKu yang ada disini !”

“Terima kasih ! Selamat malam !”

 

Terima kasih dan selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

 

---ooo0ooo---