Doa
Bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia
Di Pondok Betung, Bintaro – Jakarta, 5 Mei 1999
Pesan
Ibu Maria
Selamat malam anakKu semua yang ada di sini.
Selamat
malam Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Ini Aku datang
melalui Kuasa Allah, bersama Agnes. Aku ada diantara kamu.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih anakKu, terima kasih.
Inilah Aku, anakKu. Aku mengasihi kamu semuanya. Aku melakukan, apa saja yang
Aku lakukan adalah demi kamu. Aku menyerahkan jiwa dan ragaKu ini untuk Allah untuk kamu semuanya. Kini Aku datang
ke negaramu seperti ini anakKu, supaya kau mengerti begitu mahakuasa Allah di
surga, bisa melakukan apa saja yang DIA kehendaki demi kamu semuanya. Ini Aku
Maria. Aku ada diantara kamu.
Ya Ibu, kami percaya, jawab umat
serentak.
Terima kasih, anakKu. Jangan kau
kuatir, ini Aku Maria. Berdoalah anakKu, supaya kau mengerti. Supaya kau
mengerti mengapa Aku hadir di negaramu ini, anakKu. Sungguh Aku mengatakan
kepadamu, Aku mempersiapkan kamu dengan baik karena kamu akan mengalami masa
sulit yang sangat dalam. Bukan di negaramu ini saja, tetapi seluruh bumi
anakKu. Seluruh bumi. Maka, Aku datang
untuk menyertai kamu dan membawa kamu dalam kebahagiaan.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Asalkan kamu mau
membuka hatimu atas kehadiranKu melalui Kuasa Allah bersama Agnes pada malam
ini. Aku menjadikan kamu anak-anak yang bahagia karena kamu adalah anak-anak
Allah, maka kamu harus bahagia. Kamu
harus menang, anakKu. Kamu harus menang
di dalam dunia ini maka Aku datang menyertai kamu yang sudah diselamatkan
melalui kasih Allah ke bumi ini. Tetapi, banyak manusia yang menolak akan
Kebenaran ini. Aku mengatakan kepadamu, kebenaran tanpa penderitaan itu bukan
kebenaran. Namun kasih Allah begitu
besar.
Anak-anakKu, engkau heran saat ini
mendengarkan Aku yang berbicara kepadamu. Kamu heran? Jangan heran, anakKu.
Kuasa Allah tidak bisa kau pikirkan. Allah telah datang ke bumi ini dan Aku
diciptakan untuk kehadiran-NYA ke bumi ini. Engkau tidak heran? Inilah Aku
Ibumu yang mengatakan benar.
Aku mengerti, Aku memanggil
anak-anakKu bersatu dengan Aku, bekerja bersama Aku Ibumu di negaramu ini yang
mengalami banyak penderitaan. Tetapi berbahagialah kamu, di dalam kasih Allah
masuk dalam penderitaan ini. AnakKu,
apakah penderitaan itu sebenarnya?
Penderitaan itu adalah yang
berasal dari dunia. Engkau akan menderita karena dunia ini tidak bisa
memberikan kamu bahagia. Tetapi kalau engkau menderita di dalam nama Tuhan,
engkau akan bahagia anak-anakKu, seperti Aku Ibumu. Kini Aku bahagia di surga,
Aku telah menikmati Kasih Allah; juga Aku ingin kamu menerima itu semuanya.
Anak-anakKu, engkau mempunyai
bagian kebahagiaan yang telah disediakan Allah bagimu maka Aku minta daripadamu
setialah engkau. Setialah, anakKu. Peganglah Allahmu! Jangan kau lepaskan,
engkau tidak akan kuat.
Anak-anakKu semua yang ada di
sini, jangan kau heran mendengarkan Aku. Aku telah banyak datang ke bumi ini
anakKu, tetapi inilah yang terakhir bagi dunia. Aku melakukannya. Aku telah
mempersiapkan anak-anakKu di mana-mana. Kini juga Aku mempersiapkan kamu di
sini. Aku telah mengajarkan kamu dengan baik. Dengan baik!
Anak-anakKu semuanya, sekali lagi
bagi kamu yang belum mengerti, kini Aku mengatakan kepadamu, saat ini hiduplah
kamu di dalam doa, jaga dirimu baik-baik, dekatkan dirimu kepada Allah. Tahun
ini adalah tahun perjuangan bagimu untuk meninggalkan semua kebiasaanmu yang
merugikan dirimu di dalam perjalananmu. Tetapi Aku minta daripadamu anakKu,
berjuanglah…! Hiduplah kamu dalam roh, dalam kasih Allah, agar engkau tidak
mudah dicobai akan dunia ini.
Anak-anakKu semua, sudahkah engkau mengerti apa yang Aku katakan
kepadamu?
Sudah Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Kalau engkau sudah
mengerti, lakukan. Lakukan, anak-anakKu. Masa ini adalah masa sulit yang sangat
dalam, seluruh bumi mengalami. Itu awal. Itu awal, anakKu! Tetapi yang akan
datang…, kuasa Allah akan datang ke bumi ini. Maka, Aku minta daripadamu, damai
anakKu,. Damai..! Hiduplah kamu dengan penuh kedamaian dalam keluargamu.
Hiduplah kamu dalam doa dalam keluargamu agar Kuasa Allah melindungi kamu
semuanya. Itulah anakKu, Aku
mempersiapkan kamu dengan baik di mana sebelum hari itu tiba. Aku sudah menyatakan
kepada dunia. Sudah Aku sampaikan kemana pun Aku pergi. Kini juga Aku
menyampaikan ke negaramu ini.
AnakKu, janganlah kamu hidup dalam
dunia ini lagi tetapi hiduplah kamu dalam Kasih Allah. Sungguh, tahun ini
adalah tahun perjuangan bagimu. Jangan kamu terlena lagi. Bangkit…, bangkit! Aku berdoa untukmu agar
kamu tidak terlena pada yang datang dari dunia ini. Percaya, Allahmu mengalahkan itu semuanya. Engkau harus percaya,
engkau harus percaya anak-anakKu. Percaya. Kalau engkau tidak percaya kepada Allah,
kau akan percaya kepada siapa lagi di dalam perjalananmu? Peganglah Allahmu,
jangan sampai lepas dari kehidupanmu. Sekali lagi, saat ini engkau harus
berjuang, anakKu. Tahun ini adalah tahun rohani bagimu agar kau selamat. Agar
kau selamat.
Jangan kau khawatir, imam-imammu
menolak atas kehadiran Tuhanmu; kehadiranKu di negaramu ini bersama Agnes, anak
ini. Anak ini sudah menjadi bagian dalam kehidupan-NYA. Dia dipanggil dari jauh
untuk masuk dalam Kasih Allah. Anak ini, untuk kamu semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih anakKu, terima kasih.
Dan kamu yang bekerja bersama Aku Ibumu, sabarlah kamu semuanya.
Ya Ibu, jawab umat serentak.
Sabar, sabar anakKu! Sabar…!
Jangan ada kekerasan lagi di dalam hidupmu. Aku telah memanggilmu. Maukah kamu
diubah hidupmu menjadi anak yang baik?
Mau Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Berjuang! Percaya!
Kalau engkau sungguh-sungguh berjuang, Allah menyertaimu. Percaya, anakKu.
Percaya! Sungguh, apa yang dikatakan-NYA semua adalah untuk kebahagiaanmu.
Kini juga Aku datang diantara
kamu, mendengarkan suaraKu seperti ini dan berbahasa kamu. Jangan kau tidak
mengerti mengapa Aku berbahasa seperti kamu? Kuasa Allah, anakKu. Semua adalah
ciptaan Allah. Di bumi ini adalah milik Allah. Di mana pun Aku berada, Aku
bersama mereka, berkata-kata seperti mereka. Kini juga Aku datang diantara
kamu, Aku juga bersama kamu dan berkata-kata seperti kamu.
Anak-anakKu semua yang ada di
sini, Aku menyapamu pada malam ini. Aku sangat bahagia melihat kamu berkumpul
seperti ini. Tetapi engkau berdoalah untuk imam-imammu. Itulah tugasmu. Karena
mereka manusia, tetap manusia anakKu. Tetapi mereka dipanggil untukmu, menjaga
kamu, membimbing kamu, menghantar kamu kepada Allah. Tetapi kekurangannya itu
adalah dia manusia, maka tugasmu adalah mendoakannya. Maukah kamu?
Mau Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Engkau, jangan khawatir, jangan takut untuk menyampaikan Kebenaran
ini. Imam-imammu sudah dipanggil untuk mengerti bersama kelompok ini, bersama
Aku Ibumu tapi nanti waktunya akan tiba, semua itu akan menjadi baik.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih anakKu semuanya,
terima kasih. Maka Aku minta daripada kamu semua, berjanjilah kamu anakKu, pada
masa sulit ini kamu harus berjuang, dekatkan dirimu kepada Allah agar kau tidak
jatuh lagi dalam dosa.
Kami berjanji Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Aku senang.
Kalau engkau melakukan ini semuanya, Aku bahagia karena engkau juga
bahagia terlepas dari himpitan dosa yang datang dari dunia ini. Anak-anakKu, terima kasih untuk kamu
semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Inilah perkataanKu
kepada kamu semuanya pada malam ini. Kita akan bertemu kembali dalam doa dan
Aku tetap berdoa bersama kamu. Di mana kamu berdoa membawa kelompok ini bersama
Aku Ibumu maka kuasa Allah akan hadir dan Aku Ibumu akan hadir di tengah-tengah
kamu di dalam hatimu yang paling dalam.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih, anakKu. Mari satukan
hatimu dan doamu yang telah Aku ajarkan kepada kamu, agar kau belajar untuk
berserah diri kepada Allah seutuhnya, seperti Aku Ibumu menyerahkan diriKu
kepada Allah. Mari anakKu.
Ya Allah yang mahakuasa pada saat ini juga
jiwaku kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau yang mempunyai bumi ini
dan aku ciptaan-Mu. (3x) Amin.
Terima kasih anakKu, selamat
malam.
Terima kasih Ibu, selamat malam,
jawab umat serentak.
Sampai bertemu dalam doa bersama
Aku Ibumu; terima kasih anakKu, terima kasih.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
---ooo0ooo---