REKOLEKSI

Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia

Di Kemah Gede - Cipanas, 30 Desember 1999

 

 

Pesan Tuhan Yesus

 

Hai imam-KU, kamu yang berada di sini bersama anak-anak-KU, inilah AKU datang bersama anak ini.

 

Terima kasih ya Yesus, jawab umat serentak.

 

AKU berkata kepadamu pada malam ini, berbahagialah kamu AKU mengizinkan kamu bersama Ibumu.

 

Terima kasih ya Yesus, jawab umat serentak.

 

Dan AKU sudah datang di negaramu ini, seperti ini. AKU nyatakan kepada negaramu ini, AKU-lah yang menang. AKU berkata kepadamu, saat ini kau melihat. Itu adalah seizin-KU, …. seizin-KU supaya dinyatakan KEBENARAN adalah AKU. Tetapi semua ini adalah permintaan Ibumu.

Anak-KU banyak menderita, ditindas oleh manusia yang bersama dunia. Tangisan Ibumu itulah yang AKU dengar.

AKU  berkata kepadamu, apa kau tidak melihat  tanda yang sudah KU-berikan di negaramu ini? Tidak akan selesai! Yang tersembunyi KU-bukakan semuanya. KU-nyatakan kepada kamu semuanya. Siapakah yang bisa menghalangi ini semuanya?  Tidak ada! Siapakah yang bisa menyelesaikan itu semua? Tidak bisa, sampai Kuasa-KU turun ke bumi ini, supaya kamu tahu, mana datang dari Atas mana datang dari dunia. Berbahagialah engkau mempunyai Ibu.

 

Terima kasih ya Yesus, jawab umat serentak.

 

AKU berkata kepadamu, bukan karena Ibumu saja, AKU juga akan mengatakan kepada dunia, saatnya akan datang. Tinggal sesaat lagi. Ingat kata-kata-KU ini.

 

Terima kasih ya Yesus, jawab umat serentak.

 

Berbahagialah kamu, di mana kamu disiapkan oleh Ibumu. Mengapa kau takut? Mengapa kau takut? AKU akan datang mengalahkan dunia ini karena banyak anak-anak-KU disesatkan oleh dunia. Mereka percaya kepada dunia. AKU menciptakan kamu di dunia ini bukan masuk kepada dunia; tujuan-KU adalah untuk memuliakan AKU. Supaya AKU tidak sendiri, AKU menciptakan kamu tetapi dunia, dunia, mengambil bagian-bagian dari manusia, menjauhkan AKU dari manusia. AKU mengatakan kepadamu, yang tersembunyi akan KU-bukakan. AKU sudah membukakan itu semua dan kamu melihat.

 

Terima kasih ya Yesus, jawab umat serentak.

 

Itulah yang ada di negaramu. Mereka seperti orang yang suci,  memanggil AKU siang dan malam tetapi mereka menghujat AKU, menjauhkan manusia dari Kasih dan Cinta-KU. Mereka tidak mendapatkan apa-apa daripada-KU. AKU sudah datang ke bumi ini memberikanmu yang terbaik.  Keselamatan ada di dalam tangan-KU, tetapi manusia memilih dunia.  Setialah kamu!

 

Ya Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Jangan lagi hatimu mendua. Jangan lagi hatimu mendua!  Hatimu adalah milik-KU, tubuhmu bagian dunia. Tetapi AKU ingin rohmu selamat, jiwamu bahagia.

 

Ya Tuhan Yesus, terima kasih, jawab umat serentak.

 

Itulah perkataan-KU kepada kamu. Jangan sekali-kali kamu meninggalkan AKU.

 

Ya Tuhan, buatlah kami setia, jawab umat serentak.

 

Dan AKU berkata kepadamu, jangan sekali-kali kamu masuk kepada dunia. Celakalah di saat-saat kuasa-KU datang, turun ke bumi ini, manusia masih bagian dunia ini. Dia akan terseret oleh dunia karena AKU akan memerangi dunia, akan mengalahkan dunia agar kamu bahagia.  Hiduplah kamu dalam Nama-KU.

 

Ya Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Agar kamu bukan bagian dari dunia ini. Dan AKU berkata kepadamu pada malam ini, sesaat lagi akan tiba, AKU akan memisahkan. AKU akan memisahkan manusia-manusia. Jangan kau tanyakan, itu adalah milik-KU. Semua manusia adalah ciptaan-KU. AKU akan memisahkan itu semuanya supaya kamu tahu, siapa yang selamat, itulah Kuasa-KU menyelamatkan manusia yang percaya, yang setia kepada-KU.

 

Ya Tuhan Yesus, kami percaya kepadaMu, jawab umat serentak.

 

Berbahagialah kamu semua. Ibumulah yang meminta ini kepada-KU.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Dia tidak ingin kamu masuk dalam dunia yang fana ini. Ibumu, Ibumu! Berbahagialah kamu mempunyai Ibu yang AKU berikan kepada kamu.

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Berbahagialah kamu semuanya. Itulah yang KU-berikan kepada kamu. Dialah yang terdekat dan dekat kepada-KU. Semua para malaekat melayaniNya dengan baik. Tetapi Ibumu mau datang ke bumi ini untuk kamu.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Kamu semua anak-anak-KU yang ada di sini, apa yang AKU katakan ini adalah benar. Tidak akan KU-ambil kembali. AKU ingin bumi ini, yang menempati bumi ini adalah manusia-manusia yang percaya kepada-KU. Di situlah manusia-manusia berseru kepada-KU, akan KU-berikan kebahagiaan itu kepada kamu.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

AKU akan menyertai kamu, jangan takut.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Karena AKU datang, AKU yang menyelesaikannya. Jangan kau pikirkan! AKU memberi, AKU juga menyelesaikannya. Jangan kau pikirkan tentang hidupmu.

 

Anak-anak-KU semua, kamu yang dikumpulkan oleh Ibumu, berbahagialah kamu. Inilah yang terakhir, nubuat yang KU-berikan kepada manusia melalui anak ini. Yang terakhir bagi manusia supaya kau tahu betapa besarnya Kasih dan Cinta-KU kepada kamu.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Jangan lagi kamu tidak percaya apa yang AKU katakan ini.

 

Kami percaya Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Setialah kamu, hai anak-anak-KU.

 

Ya Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Karena AKU adalah setia maka setialah dari sikap dan tingkah lakumu. AKU sabar melihat kamu semuanya. AKU sabar dan AKU menunggumu, menunggumu setiap saat. Tetapi kamu banyak sibuk. Kesibukanmu mengurangi kedatanganmu kepada-KU. Itulah dunia. Luar biasa… ! Melupakan kamu, melupakan kamu, apa yang harus kamu kerjakan dalam hidupmu. Itulah dunia, bahagia sesaat, senang sesaat yang diberikan dunia kepada kamu. Tetapi kamu menderita, kamu menderita. Tetapi kalau engkau mau menderita karena AKU, kamu bahagia. Engkau tidak khawatir dan takut berjalan di dunia ini.

 

Inilah AKU yang berbicara kepadamu. Jangan kau pikirkan, ini Kuasa-KU. Sekali lagi AKU berbicara kepadamu, AKU berkata-kata melalui anak ini tetapi AKU ada di Surga dan mendengarkan setiap manusia yang berdoa memohon kepada-KU. Inilah kata-kata-KU, berbahagialah kamu!

 

Hai imam kamu! Kamu sudah melakukan yang baik terhadap anak-anak-KU. Berbahagialah AKU memanggilmu untuk bersatu dengan Ibumu dalam kelompokmu ini karena kau akan mendapatkan tugas yang sangat berat untuk mengembalikan kembali anak-anak-KU, mengumpulkan anak-anak-KU. Di situlah kamu akan bersatu dengan AKU dalam perjalanan-KU.

 

Hai imam-imam, engkau akan tahu, AKU akan membimbingmu di mana kamu mengumpulkan anak-anak-KU. Berbahagialah AKU memanggilmu. Berbahagialah kamu, hai imam! Tanpa seizinKu engkau tidak sampai di sini. AKU tidak memanggil banyak para imam supaya mereka tahu di saat hari itu tiba, kamu yang percaya - sedikit imam - membuat mereka terbuka hati dan matanya. Apa yang telah kau lakukan selama ini, ternyata, itulah Kebenaran. Berbahagialah kamu!

 

AKU tidak memanggil banyak imam. AKU bisa memanggil mereka dengan Kuasa-KU, tetapi bukan itu maksud dan tujuan-KU. Bukan begitu maksud-KU. Cukup beberapa orang imam, di situ akan KU-tunjukkan Kuasa-KU bekerja dalam hidupmu. Engkau bisa menyatukan anak-anak-KU yang telah AKU selamatkan. Di situ juga engkau akan menghimpun mereka, agar mereka mengerti bahwa AKU sudah datang. AKU sudah datang!

 

Dan kamu juga yang ada di sini, setelah AKU berkata kepadamu pada malam ini, dekatkan dirimu kepada-KU.

 

Ya Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Itulah perkataan-KU kepada kamu semuanya.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak. (Selanjutnya Tuhan Yesus memakai bahasa Roh yang sangat indah sekali, red)

 

Dan juga kau para imam, lakukanlah tugasmu dengan baik! Dan jangan takut, AKU menyertaimu.

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab imam-imam.

 

Di mana kamu melaksanakan tugasmu, AKU ada bersamamu karena engkau akan mengumpulkan anak-anak-KU kembali darimana dia berasal, engkau satukan menjadi satu. Di situlah engkau akan memulai ‘hidup baru’, memuliakan AKU di dalam perjalananmu. Dan AKU membimbingmu; AKU menyertai kamu semuanya.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Itulah janji-KU kepada kamu. Dan AKU tidak meninggalkan kamu, itu janji-KU.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak. (Selanjutnya Tuhan Yesus memakai bahasa Roh, red.)

 

Renungkanlah apa yang AKU katakan ini kepadamu pada malam ini. Renungkan dan berdoalah, sebutkan Nama-KU maka Kuasa-KU akan memberikan pengertian di dalam hatimu yang paling dalam. (Selanjutnya Tuhan Yesus memakai bahasa Roh, red.)

 

Pada malam ini AKU memberkati kamu semuanya. (Selanjutnya Tuhan Yesus memberkati anak-anak-NYA dalam bahasa Roh yang sangat indah sekali, red)

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

AKU memberkati kamu semua yang berkumpul di sini, hai anak-anak-KU. (Sekali lagi Tuhan Yesus memberkati anak-anak-NYA dalam bahasa Roh yang sangat indah sekali, red.)

 

Inilah berkat-KU anak-anak-KU. (Sekali lagi Tuhan Yesus memberkati anak-anak-NYA dalam bahasa Roh yang sangat indah sekali, red)

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

Dan AKU minta daripadamu, bawalah damai-KU ini sebagai bekal hidupmu sampai hari itu tiba. AKU akan mengumpulkan kamu kembali bersama Ibumu dan juga imammu untuk melaksanakan kembali tugas yang AKU berikan agar AKU dimuliakan. Biarlah manusia sedikit, tetapi memuliakan AKU di dalam kehidupannya. Maka inilah berkat-KU hai anak-KU. (Sekali lagi Tuhan Yesus memberkati anak-anak-NYA dalam bahasa Roh yang sangat indah sekali, red)

 

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

AKU tinggalkan berkat ini anak-KU, berbahagialah engkau! (Sekali lagi Tuhan Yesus memberkati anak-anak-NYA dalam bahasa Roh yang sangat indah sekali, red)

Terima kasih Tuhan Yesus, jawab umat serentak.

 

AKU menunggumu dalam doamu.  (Sekali lagi Tuhan Yesus memberkati anak-anak-NYA dalam bahasa Roh yang sangat indah sekali, red.)

 

Ya Tuhan Yesus, terima kasih, jawab umat serentak.

 

Datanglah anak-KU, AKU menunggumu !

 

Ya Tuhan Yesus, terima kasih, jawab umat serentak.

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Salam untukmu, hai imamKu Isak Doera.

 

Salam Ibu Maria, jawab Mgr. Isak Doera Pr.

 

Terima kasih, anakKu.

 

Dan juga kamu Alexius yang Aku cintai, terimakasih anakKu engkau telah bersatu dengan anak-anakKu pada malam ini. Untuk kamu semuanya, selamat malam.

 

Selamat malam Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya. Aku bahagia di saat-saat terakhir ini, kamu berkumpul seperti ini. Apakah ini telah kau sampaikan kepada anak-anakKu yang lain, agar mereka berkumpul seperti ini ?

 

Mungkin belum Ibu, jawab umat.

 

Sayang, seharusnya sebelum kau melakukan ini katakan kepada mereka agar mereka juga berkumpul seperti ini supaya Kuasa Allah hadir dan Aku hadir menguatkan mereka. Tetapi tidak apa-apa semua akan menjadi baik.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya. Dan sampaikanlah salamKu kepada Herribertus anakKu yang Aku kasihi, jangan dia sedih. Tidak ada yang bisa memisahkan Aku dengan dia, kamu dengan dia. Dia akan disatukan dengan kamu.

 

Anak-anakKu, Aku telah memberikan tempat itu kepada kamu. (Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia. Red.)

Ya Ibu, jawab umat.

 

Nanti apabila hari itu sudah selesai nanti kamu yang pertama sekali, kamu akan  dikumpulkan semua di sana.

 

Ya Ibu, terima kasih jawab umat serentak. (Umat bertepuk-tangan).

 

Di situlah kamu akan melanjutkan tugasmu untuk bersatu melayani anak-anakKu dengan damai, suka-cita. Bumi baru buat kamu, disediakan Allah bagimu untuk melanjutkan kehidupan di bumi ini.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Terima kasih. Dan juga bagi anak-anakKu di mana pun mereka berada. Aku telah memberikan cara untuk mereka berkumpul kembali. Jangan kau pikirkan. Yang harus kau laksanakan adalah tugasmu di negaramu ini. Itulah bagianmu. Sudah mempunyai bagian-bagian di mana Aku hadir dan datang, Aku memberikan cara kepada mereka agar mereka selamat pada hari itu tiba seperti kamu juga yang ada di sini.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat serentak.

 

Berbahagialah kamu hai imamKu. Itulah permintaanKu. Cukuplah…., tidak banyak! Hanya kamu saksiKu. Di situlah Kuasa Allah akan bekerja dalam hidupmu untuk mengumpulkan anak-anakKu kembali.

 

Anak-anakKu, berbahagialah kamu karena Allah telah memisahkan mana yang datang dari atas, dipisahkan mana yang datang dari dunia, yang tidak berguna bagi Allah, yang selama ini menyusahkan Allahmu sehingga keselamatan itu sendiri tidak terjadi di seluruh bumi ini karena ulah dunia. Dunia masuk kepada manusia. Manusia melaksanakan itu sendiri sehingga manusia tersesat. Anak-anakKu, berbahagialah kamu yang setia, yang setia sampai saat ini. Kesetiaanmu tidak sia-sia anakKu.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Kesetiaanmu itu membawa kau selamat. Itulah yang Aku katakan kepadamu.

Tidak, ini tidak yang terakhir bagimu karena Aku akan berkumpul kembali bersama kamu dan Aku bersama kamu di saat kepedihan itu turun ke bumi ini.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Dan kau tidak sendiri mengalaminya, maka berbahagialah engkau diajak, dinyatakan dan untuk melihat Kuasa Allah akan turun ke bumi ini untuk memisahkan mana yang datang dari Atas, mana yang datang dari dunia karena Allahmu sedang memerangi dunia. Siapa bagian dari dunia sampai Kuasa Allah itu turun, dia akan terseret oleh dunia.

 

Anak-anakKu, cukuplah…! Manusia sudah melampaui batas. Tidak lagi percaya kepada Allah dan tidak lagi setia kepada Allah dan tidak lagi mencari Allah, tetapi mencari dunia yang menyesatkan banyak manusia. Sekali lagi Aku mengatakan kepadamu, setelah hari itu selesai kamu bahagia. Hanya satu Allah, satu keyakinanmu kepada Allah dan kekuatanmu dalam firman Allah melalui kitab sucimu. Itulah kekuatanmu nanti.

 

Anak-anakKu, Tuhan akan memisahkan itu semuanya; yang tidak datang dari Allah akan Allah lenyapkan itu semuanya. Akan Allah lenyapkan itu semuanya! Bukan Allahmu tidak pengasih dan penyayang. Sudah sekian lama, Allahmu menyatakan ini semua kepada dunia dan Allahmu sendiri yang menyatakan dan Allahmu kembali, tetapi manusia mencari kebahagiaan dari dunia. Itu adalah hak setiap manusia.  Allah tidak pernah memaksa manusia. Kalau Allahmu bekerja melalui kuasa-NYA, semua manusia percaya kepada-NYA; tapi bukan itu, kasih dan sayang. Allahmu tidak mau menunjukkan kuasa-NYA tetapi Allahmu menunjukkan kasih-NYA melalui kebebasan tetapi manusia menerima kebebasan itu sendiri sudah melampaui batas dari kasih Allah. Jangan kau pikirkan!

 

Semua manusia yang ada di bumi ini adalah ciptaan Allah, tetapi kamu adalah anak-anak Allah. Engkau lebih dari mereka, dari ciptaan Allah. Berbahagialah kamu, hai anak-anakKu.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Terima kasih  untuk kamu semuanya. Maka Aku minta, cukup! Jangan lagi kamu jatuh dalam dosa. Cukup, anakKu! Cukuplah itu semuanya. Tinggalkanlah itu semuanya, kembalilah kepada Allah. Itulah permintaanKu kepada kamu semuanya. Di mana Aku datang ke bumi ini mengajak manusia untuk bertobat kembali kepada Allah. Itulah kerinduanKu. Itulah kecintaanKu, manusia kembali kepada Allah seutuhnya.

 

Anak-anakKu semua yang ada di sini, jangan kau takut dan kuatir dan jangan lagi kau menghitung-hitung kapan hari itu tiba. Itu bukan urusanmu, tapi persiapkanlah dirimu dengan baik. Berbahagialah, karena Aku telah menyatakan kepada kamu, mempersiapkan kamu dengan baik. Mengapa engkau ingin tahu lebih jauh ?

 

Tidak Ibu, jawab umat serentak.

 

Apa arti itu semuanya ?

Hai anakKu, itu tidak penting bagimu. Walaupun hari itu tiba, engkau tidak penting memikirkan bagaimana engkau saat itu. Serahkan dirimu kepada Allah. Allahmu memberikan, Allahmu menyelesaikan. Allahmu memberikan, apakah Allah tinggalkan begitu saja? Oh, tidak anak-anakKu. Segala sesuatu yang dikerjakan Allah, diselesaikan oleh Allah juga.

 

Anak-anakKu semua yang ada di sini, jangan kau mengerti karena terpaksa, karena kamu ketakutan akan apa yang Aku katakan ini, tetapi engkau mengerti bahwa engkau adalah anak-anak Allah, dikasihi Allah. Pasti kau dilindungi.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Anak-anakKu sekali lagi, jangan kau jatuh dalam dosa lagi.

 

Ya Ibu doakanlah kami, jawab umat serentak.

 

Karena saatnya akan tiba anakKu, Aku tidak ingin kamu menderita tapi engkau menyambut dengan suka-cita, dengan doamu dalam keluargamu. Itulah permintaanKu. Tidak ada lagi dalam pikiranmu untuk menghitung satu hari, dua hari, tiga hari ….dengan sedetik, dengan sekejap itu bisa terjadi. Jangan, anak-anakKu. Engkau tidak akan bisa berpikir tentang Kuasa Allah. Tidak bisa kau jangkau pikiran Allah. Para malaikat juga tidak mengerti. Aku Ibumu juga tidak mengerti tapi sedikit Aku mengerti untuk mempersiapkan kamu, tetapi itu juga seizin Allah Aku memberikan itu kepada kamu. Hanya sedikit…! Tapi harinya, Aku juga tidak tahu. Jangan kau tanyakan kepadaKu.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Anak-anakKu, surga…..seisi surga juga tidak tahu. Hak Allah! Itu bagian Allah. Kalau kau dikasih pengertian, renungkan! Bukan mencari-cari apa arti itu semuanya bagimu. Kalaupun kamu sudah dikasih tahu, apakah kamu sanggup? Aku bertanya kepadamu.

 

Tidak Ibu, jawab umat serentak.

 

Tidak, anakKu! Tidak ! Biarkanlah, hak Allah yang melakukan itu semuanya. Karena apa pun yang dilakukan Allah itu baik, walaupun menakutkan bagi dunia. Tapi maksud Allah adalah lebih jauh, sangat penting untuk kepentingan manusia. Anak-anakKu, apabila rencana ini tidak ada dan terjadi di bumi ini, kamu juga semua akan terseret. Allah tidak mau anak-anakNYA terseret. Dan saat ini kamu, juga para imam sudah banyak terseret. Maka Aku minta kepadamu, segala sesuatu perkara yang tidak bisa kau selesaikan bawalah dalam doamu.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Itulah cara yang terbaik. Yang sangat baik untuk menyelesaikan semua persoalan yang kamu hadapi.

Anak-anakKu, Aku menguatkan kamu. Sekali lagi, jangan kau berpikir untuk menghitung hari, nanti waktumu akan habis dengan menghitung-hitung hari.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Jangan lakukan lagi, anakKu.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Pasti itu akan turun ke bumi ini. Dan percayalah, saat hari itu tiba Kuasa Allah menghantarkan Aku dan membawa kamu pulang ke rumahmu masing-masing.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak. (Umat bertepuk tangan)

 

Tetapi satu permintaanKu kepadamu, setialah kau kepada Allah.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Jangan lagi kamu berbuat dosa! Maukah kamu, tidak berbuat dosa lagi?

 

Ya Ibu, kami mau, jawab umat serentak.

 

Berjanjilah, anakKu!

 

Ya Ibu, kami berjanji, jawab umat serentak.

 

Kuatlah, berjuanglah kamu melawan dirimu sendiri, maka Kuasa Allah menguatkan kamu semuanya.

 

Sekali lagi, jaga mulutmu. Pergunakan mulutmu untuk berdoa. Itulah permintaanKu.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Inilah kekuatanmu nanti anak-anakKu semuanya. Mari, Aku juga Ibumu, para malaikat dan para Kudus juga menantikan besama-sama kamu, karena kami juga tidak mengerti kapan hari itu akan turun ke bumi ini. Kami juga berseru, berdoa, mendoakan kamu semuanya dan menguatkan kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Anak-anakKu sekalian yang berkumpul di sini. Sampaikanlah salamKu untuk anak-anakKu di mana mereka yang berada dalam kelompok ini. Sampaikan kata-kataKu ini segera.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Lakukan dengan baik. Dan jangan lupa, itu doaKu, sampaikan melalui imam-imamKu yang tertinggi. Katakan salamKu melalui doaKu ini. Jangan takut!

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Biar Kuasa Allah membuka hati mereka. Kamu belum menyampaikan sampai ke pelosok tanah airmu ini; engkau masih takut.

 

Tidak Ibu, jawab seorang umat.

 

Kamu belum melakukannya. Untuk para imam di seluruh tanah airmu ini, sampaikan salamKu ini melalui doaKu; masih cukup waktunya untuk menyampaikan itu semuanya.

 

Ya Ibu, kami laksanakan segera, jawab umat serentak. (Umat bertepuk tangan)

 

Tetapi Aku minta daripadamu, jangan ditunda lagi.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Setelah kau kembali ke rumahmu masing-masing, segeralah laksanakan dengan baik.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Supaya anakKu semua selamat melalui doaKu yang Aku sampaikan kepada kamu semuanya.

 

Ya Ibu, jawab umat serentak.

 

Inilah kata-kataKu kepadamu, penghiburan buat kamu semuanya.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Baiklah anakKu semuanya yang ada di sini dan juga kamu hai imam-imamKu, teruskanlah dan lakukanlah; itulah tugasmu, kamu jangan takut kepada imammu yang tertinggi.

Kami tidak takut Ibu Maria, jawab imam.

 

Nanti juga mereka akan berkumpul bersama kamu. (Umat bertepuk-tangan).

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Dan akan melaksanakan tugas ini kembali seperti semula. Itulah yang Aku sampaikan kepadamu pada malam ini. Berbahagialah, bergembiralah anakKu. Jangan takut, jangan khawatir, semua yang Allah berikan itu adalah baik untuk kamu semuanya.

 

Ya Ibu, terima kasih, jawab umat serentak.

 

Baik, terima kasih untuk kamu semuanya. Mari satukan hatimu dengan Aku Ibumu, mari kita berdoa. DoaKu ini adalah kekuatanmu dalam perjalananmu. Inilah kekuatanKu sewaktu Aku hidup sampai Aku dalam kebahagiaan, doaKu ini Kudengungkan di Surga dan Kuberikan kepada kamu; Kusatukan di mana kamu berdoa. Mari anakKu, kita berdoa. Aku mengantarkan kamu semua kepada Allah yang Mahakuasa.

 

Ya Allah yang mahakuasa, pada saat ini juga,

jiwaku kuserahkan kepada-Mu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini

dan aku ciptaan-Mu. (3x) Amin.

 

Sampai bertemu lagi anakKu. Kita masih bertugas kembali yang akan datang. Jangan takut, Aku bersamamu. Allahmu akan melindungi kamu semua.

 

Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.

 

Percayalah, semua akan menjadi baik.

 

Kami percaya Ibu, jawab umat serentak.

 

Terima kasih untuk kamu semuanya. Selamat malam.

 

Terima kasih Ibu Maria, selamat malam, jawab umat serentak.

 

---ooo0ooo---