Doa bersama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang
Bahagia
Peresmian Gua Maria di Tanah Mas-Semarang, 8 Oktober 1999
Pesan Ibu Maria
Salam untuk kamu semua
putera-puteriKu yang Aku kasihi, selamat malam.
Salam Ibu, selamat malam, jawab umat serentak.
Terima kasih untuk kamu semuanya.
Kini Aku datang, anak-anakKu. Melalui Agnes Aku bertemu dengan kamu pada malam
ini. Apakah engkau tidak melihat tanda yang diberikan Allah kepadamu? Itulah
kuasa Allah menyertai kamu melalui tanda yang baru saja kamu alami. Itulah
anakKu, awal mulanya seperti itu !
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Agar kau mengerti,
Kuasa Allah bukan untuk dimengerti tetapi bukalah hatimu dan berdoalah maka
engkau akan mengerti.
AnakKu, Aku datang ke negaramu ini
untuk mengunjungi kamu seperti Aku juga mengujungi anak-anakKu di negara lain.
Aku sudah banyak bicara di negaramu ini anakKu. Sudah lama Aku ada di negaramu
ini. Melalui kuasa Allah Aku telah memberikan banyak. Tetapi itu yang Aku
lakukan demi kamu semuanya karena kamu semua belum mengerti bagaimana engkau
datang kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Engkau belum mengerti. AnakKu,
Allahmu sangat dekat, sangat dekat. Apabila engkau selalu membuka hati terus
menerus dalam perjalananmu, maka engkau akan mengerti Allah datang mengunjungi
hatimu dan menyapa kamu. Tetapi kalau hatimu tertutup, engkau tidak mengerti,
bahwa Allah itu sangat dekat dengan kamu semuanya.
Anak-anakKu, Aku Ibumu Maria.
Inilah Agnes. Anak ini dipanggil dari jauh dan sudah sekian lama dipersiapkan.
Anak ini, engkau tidak mengerti. Allah melakukan terhadap hidupnya tetapi dia
mencari Allah dalam kehidupannya. Mencari….! Tetapi dia mendapatkan lebih dari
apa yang dia cari di dalam kehidupannya. Maka kamu semua yang ada di sini, carilah
Allahmu anakKu maka semua itu akan diberikan kepadamu karena Allah maha kuasa
mempunyai segala-galanya.
AnakKu, jangan lagi hatimu mendua
tetapi hiduplah dalam kasih. Muliakanlah Tuhan di dalam kehidupanmu karena kamu
adalah anak-anak Allah, engkau harus tahu apa yang menjadi kehendak-NYA di
dalam perjalanan hidupmu ini, barulah engkau tahu dan dapat bersyukur terus
menerus di dalam perjalananmu ini anakKu. Sesaat lagi yang tidak engkau
mengerti akan tiba di bumi ini, persiapkanlah dirimu dengan baik.
Ya Ibu, jawab umat serentak.
AnakKu, mulai saat ini benahilah
dirimu, jaga dirimu baik-baik, dekatkan dirimu kepada Allah. Berdamailah anakKu
di mana pun kamu berada. Saling mengasihi, mencintai, sabarlah engkau dalam
segala hal. Lemah lembutlah engkau di setiap tingkah lakumu di mana pun engkau
berada anakKu maka engkau bisa melihat Allah di dalam perjalananmu, karena
Allah adalah sumber kasih dan cinta. Siapa pun berjalan dalam kebenaran, dia
datang dari atas. Siapa berjalan di dalam kegelapan, dia datang dari dunia ini.
AnakKu, kamu adalah anak terang,
janganlah engkau masuk di dalam kegelapan itu engkau akan terjatuh tersungkur,
menderita. Karena engkau anak terang, engkau tidak lagi bersenang-senang
bersama dunia ini. Bawalah Terang Allah di dalam kehidupanmu agar bisa
menerangi di mana ada kegelapan itu. Engkau dapat meneranginya dan terbukalah
hati dan pikiran mereka untuk mencari Allahmu. Dari kamulah semua maka Allahmu
akan dipuji, akan dicari setiap manusia karena kamu anak-anakKu.
Inilah Aku Ibumu Maria bersama
Agnes pada malam ini. Aku menyapamu dengan cara ini. Inilah yang terakhir.
Terima kasih untuk kamu semuanya.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Kalau engkau sudah mendengarkan
apa yang Aku katakan kepadamu pada malam ini, renungkanlah. Bawa dalam doamu,
maka engkau akan diberikan pengertian oleh Allahmu di dalam kehidupanmu.
Anak-anakKu semua yang ada di
sini, Aku datang seperti ini, janganlah engkau pikirkan tetapi bukalah hatimu
agar engkau mengerti.
Anak-anakKu, inilah Aku Ibumu yang
telah diberikan kepadamu dan juga kamu telah diserahkan kepadaKu oleh Allah,
maka Aku tetap bekerja sampai Allahmu datang kembali ke dunia ini.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Aku membawa kabar
dari surga tetapi Tuhan berkati itu semuanya. Aku diizinkan untuk menyatakan
ini kepadamu. Persiapkanlah dirimu dengan baik, anakKu. Tidak ada lagi
permusuhan diantara kamu. Karena kamu adalah satu saudara dalam kasih Tuhan dan
kamu adalah anak-anakKu. Jangan lagi kamu membedakan antara satu dengan yang
lain. Kamu adalah sama. Sama, anakKu.
Apa pun yang kau katakan itu
tentang dunia ini, tidak akan berarti di hadapan Allah. Tetapi kalau engkau
berbicara tentang kasih dan cinta, Allah memberkati itu semua di dalam
perjalananmu ini.
Hai anakKu, engkau mendengarkan
Aku. Engkau tahu melalui Kitab Sucimu tentang Aku Maria. Dan engkau tahu
tentang Aku bahwa Aku banyak datang ke bumi ini dan engkau mendengarkan. Kini
Aku datang sendiri diantar oleh Allah diantara kamu, dengarkanlah Aku dengan baik.
Ya Ibu, terima kasih, jawab umat serentak.
Terima kasih. Terima kasih
untuk kamu semuanya. Dan Aku minta dari
padamu setelah Tuhan Allahmu datang menyapamu, ubahlah hidupmu anakKu.
Ya, Ibu, jawab umat serentak.
Aku berdoa untukmu di dalam
perjuanganmu ini.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Walaupun mereka
tidak meminta dari padaKu dalam doanya tetapi Aku rela memberikan dengan
cuma-cuma bersatu dengan mereka. Tetapi mereka tidak mengerti…., tetapi itulah
karena kamu semua anak-anakKu! Itu bagian dari kehidupanKu. Tanpa kamu semua,
Aku tidak bahagia; kamu bahagia semua, Aku bahagia sekali !
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih! Kalau kamu mau
bahagia, ubahlah hidupmu agar kamu merasakan kebahagiaan itu!
Ya Ibu, jawab umat serentak.
Anak-anakKu, inilah perkataanKu
pada malam ini melalui Agnes, anak ini yang Aku kasihi seperti kamu. Walaupun
dia menderita untuk ini, semuanya dia lakukan dengan baik. Dan kamu semua yang
dipanggil bersama Agnes untuk melayani anak-anakKu, itu juga salibmu bersama
Agnes. Bukan Agnes sendiri menanggung ini semua tetapi kamu yang telah
dipanggil bersatu bersama Agnes menanggung penderitaan ini. Tetapi terimalah
dengan suka cita agar engkau melihat Allah di dalam kehidupanmu. Mengertikah kamu?
Kami mengerti Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih untuk kamu semuanya.
Terima kasih, anak-anakKu. Aku mau mengatakan kepadamu, di manakah Agnes saat
ini? Doakanlah Agnes agar dia kuat.
Ya Ibu, jawab umat serentak.
(rekaman putus, red) …bersama kamu
semuanya untuk menyampaikan kasih ini.
Dan sebarkanlah doa-doa yang telah
Aku ajarkan supaya anak-anakKu yang lain juga bahagia. Biarlah Kuasa Allah
menyentuh mereka semuanya. Bukan kamu! Kamu hanyalah sebagai pengantara kasih
Allah untuk menyampaikan itu semuanya. Maukah kamu anak-anakKu!
Mau Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Jangan takut!
YA Ibu , jawab umat serentak.
Jangan khawatir, Allahmu saat ini
juga mendengarkan dan bersama kamu dan memberkati kamu yang ada di sini. Inilah
kenyataan yang sudah terjadi yang Tuhan lakukan karena banyak anak-anak Tuhan
yang pergi meningalkan begitu saja. Aku sedih. Aku sedih. Maka Kerahiman-NYA
datang untuk membawa kamu semua kembali kepada-NYA. Anak-anakKu, janganlah kamu
sedih ditolak. Jangan sedih, itulah perjalananmu. Kebenaran diuji di dalam
kebenaran.
Engkau diuji di dalam dan dunia
tidak akan sanggup. Kebenaran adalah Allah, maka ujilah dalam doamu maka engkau
akan mengerti. AnakKu, penderitaan adalah kebahagiaan. Kebahagiaan itu adalah
Allah. Penderitaan itu bagian dari dunia anak-anakKu, maka janganlah engkau
takut menyampaikan kebenaran ini. Allahmu menyertai kamu semuanya.
Ya Ibu, jawab umat serentak.
Itu harus kamu percaya.
Kami percaya Ibu, jawab umat serentak.
Anak-anak Allah tidak khawatir dan
takut. Kalau kamu khawatir dan takut sepertinya kamu tidak mempunyai Allah. Hai
anakKu, manusia-manusia yang ketakutan, itu bagian dari dunia. Itulah yang
diberikan dunia. Tetapi kamu, berjalanlah dalam kebenaran maka engkau akan
bahagia anakKu karena Aku adalah bahagia. Allahmu sumber kebahagiaan. Itulah
tempatmu nanti dalam kebahagiaan. AnakKu, sudahkah kamu mengerti?
Kami mengerti Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih. Dan apa yang Aku
katakan pada malam ini, renungkanlah kembali. Persiapkanlah dirimu dengan baik.
Kembalilah kepada Allah, itulah kecintaanKu. Karena Aku bersandar kepada Allah
maka Aku hidup dan saat ini Aku bahagia. Inilah Aku yang dikatakan yang paling
bahagia di bumi ini maupun di surga, Akulah Ibumu. Berbahagialah engkau semua
anak-anakKu, maukah kamu?
Mau Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih, terima kasih untuk
kamu pada malam ini anakKu. Inilah perkataanKu untuk kamu. Nanti kita bertemu
kembali. Itu pasti bertemu lagi, anakKu! Teruslah anak-anakKu semua.
Ya Ibu, jawab umat serentak.
Marilah satukan hatimu dan doamu
kepada Aku Ibumu. Biarlah doamu ini Kuantar kepada Allah yang mahakuasa yang
bertahta di surga yang mengasihi kamu semuanya sampai saat ini. Marilah berdoa
anak-anakKu.
Ya Allah yang mahakuasa pada saat ini juga
jiwaku kuserahkan kepada-Mu
karena Engkau yang mempunyai
bumi ini
dan aku ciptaan-Mu. (3x) Amin.
Anak-anakKu, mulai saat ini
bersatulah engkau dalam keluargamu. Kuatkan dalam doa, maupun kebersamaan dalam
doa, agar kamu semua kuat menghadapi kenyataan yang akan tiba ke bumi ini.
Percayalah anakKu, kamu semua selamat dalam kasih Allah.
Terima kasih Ibu, jawab umat serentak.
Terima kasih anakKu, sampai
bertemu lagi, selamat malam.
Terima kasih Ibu, selamat malam,
jawab umat serentak.