Novena III - 1997,
hari ke 4
9 Juni 1997
Pesan Ibu Maria
Anak-anakKu yang Aku kasihi semua yang ada di sini, Aku bahagia, walaupun
kamu hanya sedikit. Sedikit inilah yang menjadi kekuatan bagi kamu yang mau
berjuang bersama Aku Ibumu untuk melayani saudara-saudaramu di manapun mereka
berada.
Selamat malam Ibu, jawab umat.
Terima kasih anak-anakKu, selamat malam buat kamu semuanya.
Selamat malam Ibu, jawab umat.
Terima kasih, terima kasih anak-anakKu yang Aku kasihi. Di hadapan Allah,
di mana anak-anak-NYA berkumpul dengan sungguh-sungguh itulah yang berkenan di
hati Allah. Walaupun engkau sedikit, hanya sedikit, tapi kegembiraanKu penuh.
Aku, sangat bahagia melihat kamu yang mau berjuang untuk mencari Kebenaran,
untuk membawa kamu, dirimu, untuk diperbaiki oleh Allah.
Anak-anakKu, jangan kau khawatir, jangan khawatir anak-anakKu. Engkau harus
percaya, engkau akan mendapatkannya, kasih Allah kepadamu. Tekunlah terus
menerus hidupmu dalam doa, agar engkau bisa bertahan melawan semua godaan dari
dunia ini. Itulah yang Aku lakukan. Aku dekat dengan Allah, Aku serahkan semua
kehidupanKu kepada Allah. Aku menerima tugas yang diberikan Allah kepadaKu
dengan sukacita. Itu juga kamu yang ada di kelompokmu ini.
Anak-anakKu
yang Aku kasihi, sampaikanlah kepada saudara-saudaramu, apabila mereka tidak
bisa berkumpul membentuk kelompok, tetapi katakanlah kepada mereka, berdoalah
bersama kelompok ini di manapun mereka berada. Berkat itu akan datang seperti
kamu berkumpul di sini dan mereka dapat melakukan di rumah masing-masing.
Karena Aku tahu, sangat sulit untuk membawa manusia masuk ke dalam kelompok ini
untuk bersatu dan berdoa. Tetapi apabila saudara-saudaramu terbuka hatinya,
mereka dapat melakukan sendiri di dalam keluarganya. Katakanlah kepada mereka :
Berdoalah atas nama Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia, maka mereka
sudah menyatu dalam kelompokmu ini.
Ya Ibu, pesan ini akan kami
sampai, jawab umat.
Katakan kepada mereka.
Ya Ibu, jawab mereka.
Aku minta daripadamu. Mereka semua juga harus di selamatkan, di selamatkan
anak-anakKu. Jangan kamu kira mereka yang hidup dalam nama Tuhan itu semua baik
dalam kehidupannya. Banyak yang belum mengerti apa arti hidup bersama Tuhan.
Mereka masih banyak berdoa hanya di bibir saja, itulah yang dilakukan anak-anakKu
di atas bumi ini. Mereka tidak berdoa dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak bisa
menyambut Tuhannya dengan penuh, di dalam kehidupannya hanya Tuhan. Mereka
hanya melakukan sebagai kewajiban saja, tapi tidak bersungguh-sungguh, maka
mereka mengalami kekeringan iman. Anak-anakKu, itulah yang terjadi dalam
kehidupan rohani anak-anakKu di bumi ini. Mereka berdoa, hanya berdoa dan tidak
tahu apa yang mereka ucapkan. Aku kasihan melihat anak-anakKu belum mengerti
apa arti doa yang paling dalam, dalam kehidupannya. Itulah yang terjadi di bumi
ini. Begitu mudah mereka mengatakan Aku mengikuti Tuhan, tetapi mereka belum
melakukan apa-apa dalam kehidupannya untuk Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, maka Aku mengajak kamu untuk bertekun di dalam
doa, Aku mengajak kamu anak-anakKu. Itulah yang Aku lakukan: Doa. Doa.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, banyak anak-anakKu masuk ke gereja, tapi
mereka belum mengerti kehadiran Tuhanmu di dalam rumah Allah. Mereka belum
mengerti. Banyak anak-anakKu yang kurang sopan untuk menyambut Tubuh Tuhannya,
mereka tidak tahu. Mereka belum mau mengerti. Sampai kapankah mereka mau
mengerti, bahwa sesungguhnya Tuhan hadir di dalam gereja setiap kali kamu
berkumpul bersama imammu? Mereka belum mengerti. Aku mengatakan kepadamu,
Tuhanmu telah menyerahkan kepada imammu untuk mengakukan segala dosa. Itu
maksudnya agar engkau mempersiapkan diri di saat hari Tuhan tiba, agar engkau
menyambut dengan baik. Tapi anak-anakKu melupakan itu semuanya. Dia sambut
dalam keadaan yang kurang baik, tidak mempersiapkan diri sebelumnya. Hai
anakKu, sebelum hari Tuhan itu tiba (Minggu-red.),
kamu datang pergi ke gereja untuk menyambut-NYA (komuni-red.), engkau sudah mempersiapkan dirimu dengan baik dan
melihat sejauh manakah kehidupanmu. Kalau engkau merasa masih belum baik,
bertobatlah anakKu. Bertobatlah, agar engkau bisa menyambut Tubuh Tuhan dengan
sukacita. Jangan kau permainkan Tubuh Tuhan yang telah di serahkan kepada
imammu. Anak-anakKu, itu pemberian dari
Allah, agar kehidupanmu diperbaharui terus menerus. Dalam saat engkau
menerima Tubuh Tuhan, di situlah engkau dibersihkan. Anak-anakKu, itulah yang
terjadi dibumi ini. Mereka melakukan itu sungguh-sungguh tidak mempersiapkan
dirinya dengan baik. Tapi itu juga tanggung jawab imam-imammu. Apakah
imam-imammu sadar akan perkembangan iman di dalam diri umatnya? Apakah mereka
sadar? Di situlah perkerja-pekerja Tuhan harus giat melaksanakan tugasnya
dengan baik sebagai imam. Saat ini, saat ini banyak imam-imammu lupa atas
tugas-tugas yang sebenarnya, untuk menyadarkan anak-anak Tuhan. Aku banyak
melihat, karena mereka tidak mengerti, belum dikasih perngertian oleh
imam-imammu.
Anak-anakKu, di sinilah, maka Aku datang untuk mengingatkan itu semuanya
agar imam-imammu sadar atas tugas-tugasnya yang di serahkan Allah kepada
mereka-mereka. Aku melihat di dalam diri anak-anakKu, kekeringan iman. Mereka
melakukan kurang baik dalam kehidupannya, tapi mereka sanggup menerima Tubuh
PuteraKu yang di bagikan bagi dunia ini. Inilah yang menjadi kesedihanKu.
Mereka belum mengerti apa yang di tinggalkan oleh Tuhanmu kepada dunia ini.
Anak-anakKu, kamu yang mendengarkan Tuhanmu dan Aku di sini, jadilah engkau
contoh kepada saudara-saudaramu, berikanlah mereka pengertian akan arti itu
semuanya. Dan berdoalah bagi imam-imammu agar mereka sadar. Ingatkanlah kembali
kepada imam-imammu, bahwa anak-anakKu sudah tidak sesuai lagi di dalam
ajaran-ajaran Tuhan. Mereka sudah sembrono. Aku melihat, kesopanan masuk ke
rumah Allah. Mereka dengan sekehendak hatinya sendiri, tidak sopan. Aku
melihat. Aku sudah mengatakan, berpakaianlah yang sopan untuk menyambut Allah,
menerima Allah. Dan juga Aku mengatakan sopan jugalah kamu di saat kamu berdoa
sendiri menghadap Allah. Dan Aku juga minta daripadamu, kalau engkau membaca
Kitab Suci persiapkanlah dirimu baik-baik dan dengan sopan. Aku melihat banyak
anak-anakKu dalam membaca Kitab Suci seperti dalam membaca buku yang lain,
tidak sopan. Aku minta daripadamu : Itu Firman Allah, duduklah yang baik dan
berdoa mintalah terang dari Allah agar kamu dapat mengerti apa yang disampaikan
Allah melalui Firman-NYA melalui Kitab Suci, duduk yang baik. Aku melihat,
tidak sopan di saat membaca Kitab Suci. Aku minta kepadamu, kalau engkau mau
membaca Kitab Suci duduklah dengan baik, dengan sopan dan berdoalah kamu.
Jangan kamu sembrono dengan Firman Allah. Itu yang terjadi di dalam diri
anak-anakKu. Aku melihat. Aku melihat. Anak-anakKu, mengertilah engkau,
mengertilah engkau anak-anakKu.
Ya Ibu, kami mengerti, jawab
umat.
Aku minta daripadamu, tempatkanlah Kitab Suci itu dengan baik. Tempat yang
baik, Aku minta daripadamu. Dulu Aku sudah menyampaikan, tetapi mengapa engkau
tidak melaksanakan dengan baik? Dan Aku melihat, engkau membaca Kitab Suci itu
sepertinya tidak sopan. Itu juga seperti doa, adalah kebutuhan. Anak-anakKu,
inilah yang terjadi. Apakah imammu mengerti, sejauh manakah sikap dan tingkah
laku umatnya sampai saat ini? Aku melihat itu semuanya, bukan hanya di sini, di
seluruh bumi ini. Aku minta sekali lagi, Aku sudah mengatakan kepada kamu,
Kitab Suci itu adalah Firman Allah yang hidup, yang kekal abadi. Itu akan
ditutup, Kitab Sucimu itu, setelah Tuhanmu datang ke bumi ini, selesai.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, katakanlah kepada saudara-saudaramu apa yang
menjadi keingananKu, karena engkau adalah anak-anak Allah, maka harus mengerti
apa yang harus kau lakukan dalam perjalanan rohanimu dalam dunia ini.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku mengingatkan kamu semua karena Aku cinta
kepada kamu semuanya agar kamu mengerti, mengerti.
Anak-anakKu yang Aku kasihi semua yang ada di sini, engkau tahu bagaimana
saat ini hukum Taurat masih diimani bangsa dan orang Yahudi? Mereka meluhurkan
Tauratnya dengan sungguh-sungguh, meletakkannya dengan baik, menjunjung tinggi.
Tapi kamu yang sudah diperbaharui, yaitu setelah Tuhanmu datang ke bumi ini,
kamu perlakukan Kitab Sucimu dengan tidak baik.
Aku mengerti, karena imam-imammu tidak mengajak umatnya untuk sejauh itu,
untuk mengerti bagaimana cara membaca, memperlakukan Firman Allah melalui Kitab
Suci, sampai Kitab Suci itu berdebu, seolah-olah tidak ada artinya sama sekali
di hadapanmu. Aku sedih, karena itulah Firman Allah anak-anakKu yang harus kamu
imani, yang harus kamu junjung tinggi, yang kamu nikmati, yang adalah pegangan
dalam kehidupanmu sebagai anak-anak Allah.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, rubahlah itu semua kebiasaanmu yang kurang
baik. Aku mengajarkan kamu supaya engkau lebih baik dan mengerti, karena engkau
adalah anak-anakKu. Itu kewajibanKu untuk memberitahu kepada kamu, maka Aku
datang ke sini agar bisa bertemu dengan engkau, berbicara dengan engkau,
menasihati engkau, membawa engkau seutuhnya kepada Allah.
Anak-anakKu,
ingat perkataanKu ini. PerkataanKu ini indah buat kamu semua kalau kamu mau
melakukan. Siapa yang merasa, perbaikilah. Yang sudah melakukan baik, lebih
baiklah lakukan untuk selanjutnya.
Anak-anakKu yang Aku kasihi semua yang ada di sini, cintailah Tuhan Allahmu dengan
segenap hatimu, dengan segenap akal budimu, dengan segenap kepasrahanmu.
Hai anakKu, Allah itu kasih. Mengertilah kamu semua yang ada di sini.
Kami mengerti Ibu, jawab umat.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, mulai saat ini Aku akan melihat kesadaranmu
untuk melakukan apa yang telah Aku sampaikan pada malam ini. Bagikanlah itu
kepada saudara-saudaramu agar mereka juga dapat mengerti apa yang harus mereka
lakukan seperti kamu yang ada di sini.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, cukuplah untuk malam ini. Tekunlah terus
berdoa. Jangan lupa kau berdoa agar engkau tidak dikuasai dunia ini. Aku selalu
berdoa untukmu dan untuk mereka di manapun mereka berada. Aku setia berdoa
untuk anak-anakKu yang ada di bumi ini.
Anak-anakKu yang Aku kasihi, sampai di sinilah pertemuan kita pada malam
ini, kita akan bertemu kembali anak-anakKu. Marilah sama-sama kita berdoa, kita
pasrah kepada Allah, biarlah Allah menguasai hidupmu dalam hidupmu sepanjang
hari.
Anak-anakKu, marilah berdoa :
Ya Allah Yang Maha Kuasa pada saat ini juga jiwaku
kuserahkan kepadaMu,
karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaanMu.
(3x) Amin.
Sampai bertemu lagi anak-anakKu. Bertekunlah engkau berdoa agar kuasa Allah
selalu menyertaimu dalam kehidupanmu sehari-hari. Selamat malam.
Selamat malam Ibu, terima
kasih, jawab umat.