Novena VI  - 1996, hari ke-7

Cimahi,  31 Juli 1996

 

 

Pesan Ibu Maria

 

Marilah anak-anakKu yang Aku kasihi yang telah Kusatukan kamu semua yang ada di sini, kamu adalah saudara yang telah disatukan oleh PuteraKu.Jangan ada lagi diantara kamu yang tidak mengerti apa maksud dan tujuanKu datang ke sini.

 

Anak-anakKu semua, selamat malam untuk kamu.

 

Selamat malam  Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih anak-anakKu. Di saat ini, malam ini, kamu semuanya sangat lelah dan tidak menguasai mata. Kamu semua terlena tertidur. Anak-anakKu, kuasailah dirimu, jangan sampai kamu tertidur di saat kamu berdoa. Kalau kamu tidak siap, jangan berdoa. Itu lebih baik, karena Aku melihat kamu di sini banyak yang tertidur, tidak bisa menguasai dirinya. Memang sangat melelahkan anak-anakKu. Inilah kebenaran. Tidak mudah kamu datang dan mencari untuk menerima kebenaran tanpa kamu mau berjuang melawan dirimu sendiri.

 

Anak-anakKu, jangan kamu lakukan lagi. Itu tidak baik. Kalau engkau sibuk dalam dunia ini, engkau tidak merasa ngantuk, lemas, apa saja. Itulah kekuatan dunia ini mempengaruhi dirimu. Kalau kamu datang kepada Tuhan, kalau kamu tidak siap lahir dan batin, inilah hasilnya. Belajarlah untuk menguasai dirimu sendiri.

 

Anak-anakKu, untuk datang kepada Tuhan bukan untuk main-main. Betapa beratnya dunia ini, betapa susahnya manusia untuk diajak dalam kebenaran ini. Anak-anakKu, Aku tidak mau anak-anakKu seperti ini. Dia kuat dan tekun berdoa, apa pun yang terjadi dia tidak akan goyah. Mengapa kamu lemah? Mengapa kamu tidak kuat?

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, diantara kamu semuanya yang ada di sini, niatlah yang paling dalam di mana pun kamu berdoa; di gereja,  juga di sana ada yang tertuju. Ada waktunya untuk tidur, pergunakanlah itu untuk istirahat. Dimana kamu kelelahan, sibuk dalam dunia ini. Jangan Tuhan nomer dua dalam hidupmu.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, Aku melihat kalau kamu sibuk dalam dunia ini, Aku melihat engkau sangat gembira, melaksanakannya dengan baik. Tapi kalau kamu diajak untuk berdoa, datang kepada Tuhan kamu tidak kuat. Berilah waktu anak-anakKu untuk Tuhanmu di dalam hidupmu. Aku minta daripadamu, jangan ada lagi terulang kembali seperti ini. Begitu beratnya dunia ini sehingga kamu sulit untuk datang kepada Tuhan.

 

Anak-anakKu, Aku mengatakan ini untukmu karena Tuhan ingin disembah, dimuliakan, dipuji, apa saja. Itulah kegembiraan-NYA, apabila anak-anakNYA datang dengan penuh kegembiraan. Bukan seperti ini. Ini semua bukan kehendak-NYA. Karena kamu tidak bisa membagi waktumu untuk dunia ini dan untuk Tuhan. Lebih banyak waktumu kamu habiskan untuk dunia ini.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi kamu semua yang ada di sini, ingatlah perkataanKu ini. Ini Ibumu yang menginginkan anak-anakNya suka-cita, gembira, damai sejahtera datang kepada Tuhan. Bagaimanakah seorang Bapa apabila anak-anakNya seperti ini? Tuhanmu sedih melihat kamu seperti ini, karena Tuhan memberikan banyak kepada kamu: kebutuhanmu, kebebasanmu . Apakah balasanmu anak-anakKu?

Hai anak-ankaKu yang Aku kasihi, Aku minta daripadamu, jangan terulang lagi seperti ini. Dimanakah rasa hormatmu kepada Tuhanmu? Tuhan itu tidak memaksa anak-anakKu. Kamu diberi kebebasan dalam dunia ini tapi Tuhan juga meminta daripadamu agar kamu datang kepada-NYA. Itulah kesenangan-NYA.

 

Aku minta daripadamu, bisalah kamu membagi waktumu dalam hidupmu. Jangan kau habiskan waktumu untuk kepentingan dunia ini. Apakah kamu tidak mengerti nanti malam kamu dipanggil; apakah kamu sudah siap? Kalau engkau sibuk dalam dunia ini anakKu, engkau tidak akan siap! Percayalah apa yang Aku katakan kepada kamu semuanya yang ada di sini. Datanglah kepada-NYA dengan kegembiraan.

 

Anak-anakKu, itu kesalahanmu. Kamu terlalu banyak melibatkan dirimu dalam kegiatan di dunia ini karena kamu takut pada manusia. Kamu takut kehilangan!

Siapakah manusia itu anak-anakKu? Dia juga ciptaan Allah. Mengapa kamu takut? Asalkan kamu bekerja dengan baik, jangan berlebihan anakKu. Jaga dirimu baik-baik! Kalau engkau sehat lahir dan batin, saat ini juga kamu tidak akan tertidur di saat kamu berdoa. Karena kamu tidak sehat lahir dan batin maka terjadilah ini semuanya.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, bukan Aku mengatakan tinggalkan dunia ini karena kamu masih hidup dalam dunia ini. Engkau masih mencari untuk kehidupanmu tapi jangan berlebihan. Inilah hasilnya sehingga kamu juga tidak bisa berdoa dengan baik. Aku sudah lama di sini melihat kamu, begitu lelahnya kamu. Itu adalah kesalahan kamu.

 

Anak-anakKu yang Aku kasihi, inilah perkataanKu. Renungkanlah kembali agar kamu sungguh-sungguh dapat berdoa dengan baik. Aku juga melihat kamu kadang-kadang kamu tertidur lelap, tidak pernah berdoa. Ini…, inikah anak Tuhan? Dimanakah pengurbananmu untuk kebaikan dan kebenaran? Aku melihat kegelisahan kamu  di saat berdoa. Kamu berdoa hanya di bibir saja. Ikut  ramai-ramai. Itu salah! Doa suatu kebutuhan, kamu bertemu dengan Tuhanmu. Aku melihat engkau menyambut tamumu dalam dunia ini: yang lebih tinggi daripadamu, kamu sibuk, kamu berikan yang terbaik untuknya. Tapi untuk Tuhan hanya sisa dari hidupmu. Itukah anak Tuhan?

Aku melihat itu semua. Anak-anakKu, berlomba-lomba kamu mengambil hati orang yang lebih tinggi daripada kamu. Apapun kamu berikan, asal dipandangnya kamu baik. Kamu takut kehilangan dunia ini. Aku sudah mengatakan bekerjalah tapi jangan berlebihan sehingga waktumu untuk Tuhan tersita. Hanya sisa…, sehingga kamu tidak bisa mengucapkan nama Tuhan dengan baik.

 

Aku tidak mau melihat seperti ini lagi. Kalau kamu tidak siap, jangan datang ke sini, tidurlah di rumah . Mengapa harus tidur di sini? Di sini bukan untuk tidur! Untuk berdoa, memuliakan Tuhan, memuji Tuhan. Aku mengatakan, kalau engkau tidak siap anak-anakKu, tidak usah datang ke sini, tidurlah kamu di rumahmu masing-masing.

 

Anak-anakKu, Aku sayang kepada kamu, apa yang engkau tidak mengerti, Aku beri pengertian ini agar engkau menjadi anak-anak yang baik. Sungguh Aku mengatakan benar kepada kamu semua yang ada di sini. Anak-anakKu yang Aku kasihi semua, renungkanlah kembali perkataanKu ini anakKu agar engkau tahu apa maksudKu. Inilah kasihKu agar engkau mengerti. Apakah engkau tidak mengerti?

 

Anak-anakKu, jangan terulang lagi seperti ini. Berdoalah dengan baik. Sungguh, Aku mengatakan benar ini Ibumu Maria yang bersatu dengan Agnes. Ini Ibumu anak-anakKu. Ini bukan Agnes, ini Aku Maria. Mengertikah kamu ?

 

Mengerti Ibu Maria, jawab umat.

 

Baiklah anak-anakKu, kalau engkau mengerti jangan terulang lagi seperti ini. Inilah perkataanKu pada malam ini untuk kamu semuanya. Bawalah kembali ke rumahmu masing-masing dan renungkanlah dan ubahlah. Bagaimana cara doa yang baik. Itulah yang kau lakukan di dalam hidupmu.

 

Terima kasih anak-anakKu semua yang ada di sini.

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

Terima kasih, terima kasih anak-anakKu. Inilah perkatanKu pada malam hari ini, lain kali tidak terulang seperti ini. Terima  kasih anak-anakKu.

 

Marilah kita bersama-sama menyerahkan jiwa dan ragamu karena engkau masih hidup tapi Aku menyerahkan rohKu, jiwaKu kepada Tuhan. JiwaKu memuliakan Tuhan, jiwaKu meluhurkan Tuhan. JiwaKu.., jiwaKu bergembira, bersuka-cita karena Allah telah memberikan keselamatan bagi Aku. Aku bahagia, Aku bahagia. Anak-anakKu di bumi ini mengatakan, Aku bahagia dan juga Aku bahagia di Surga. Jangan kamu tidak sampai bersama Aku. Kamu harus sampai bersama Aku dalam kebahagiaan.

Marilah anak-anakKu kita berdoa.

 

Ya Allah yang Mahakuasa, pada saat ini juga jiwaku kuserahkan kepada-Mu

karena Engkau yang mempunyai bumi ini dan aku ciptaan-Mu (3x) Amin.

 

Terima kasih anak-anakKu. Pulanglah dengan damai Tuhan. Bersuka-citalah dalam hidupmu .

 

Terima kasih Ibu Maria, jawab umat.

 

 

---ooo0ooo---